Sate Bu Ngantuk, dari Warung Sederhana hingga Jadi Legenda

  • 04 Apr 2026 10:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Warung Sate Bu Ngantuk di Bandung dikenal sebagai kuliner legendaris dengan cita rasa khas dan harga terjangkau.
  • Nama “Bu Ngantuk” berasal dari kebiasaan sang pendiri yang berjualan hingga larut malam sambil menahan kantuk.
  • Kini, generasi kedua tetap mempertahankan resep otentik sambil menjangkau lebih banyak pelanggan melalui media sosial.

RRI.CO.ID, Jakarta - Warung Sate Bu Ngantuk menjadi salah satu kuliner legendaris di Bandung. Tempat ini dikenal luas oleh kalangan mahasiswa hingga masyarakat umum.

Pemilik warung sate bu Ngantuk generasi kedua, Nenden Novia, menceritakan asal-usul nama unik tersebut. “Awalnya, warung ini hanyalah warung sate Madura biasa,” katanya kepada RRI, Jumat, 3 April 2026.

“Tapi karena ibu dulu jualan sendiri sampai jam satu atau dua pagi, ibu sering ngantuk,” katanya, melanjutkan. Dari kebiasaan tersebut, mahasiswa yang datang memberi julukan “Bu Ngantuk”.

Nama itu akhirnya melekat dan menjadi identitas warung hingga sekarang. “Iya nama itu masih dipertahankan sampai sekarang biar jadi ciri khas,” kata Nenden.

Dulu pelanggan didominasi mahasiswa sekitar Universitas Katolik Parahyangan. Kini, berkat media sosial, Nenden mengaku, pelanggan datang dari berbagai kalangan.

Warung ini menawarkan sate ayam, sapi, dan kambing dengan harga terjangkau. “Satu porsinya Rp 15.000, kalau pakai nasi atau lontong Rp 20.000,” ucap Nendeng.

Walau harganya murah, satu porsi berisi sepuluh tusuk sate. “Harganya sama untuk sate ayam, kambing, maupun sapi,” ujarnya.

Nenden bilang, sate bu Ngantuk punya ciri khas pada bumbu kacangnya yang legit dan gurih. Selain itu tersedia bumbu asin, asin pedas, dan kecap sesuai selera pelanggan.

Untuk rasa, warung sate ini tetap mempertahankan resep asli agar tetap otentik. “Inovasi hanya pada rasa asin dan asin pedas yang mungkin baru ada 10 tahun terakhir,” kata Nenden.

Warung ini tetap berada di lokasi yang sama dan dikelola keluarga. Banyak pelanggan lama kembali karena rindu cita rasa khas Bu Ngantuk.

Bagi yang ingin mencoba atau pelanggan lama yang mau nostalgia, silakan datang ke warung sate bu ngantuk. Lokasinya tidak jauh dari Universitas Parahyangan, di Jl. Ranca Bentang III, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....