Kakaren, Tradisi Kuliner Lebaran yang Sarat Makna dalam Budaya Sunda

  • 22 Mar 2026 20:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • budaya sunda
  • Sunda
  • kakaren

RRI.CO.ID, Bandung — Dalam perspektif budaya Sunda, istilah kakaren menjadi sebutan yang sarat makna. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan aneka makanan khas Lebaran yang masih tersisa setelah hari raya berlalu.

Setelah rangkaian perayaan Idulfitri, mulai dari gema takbir hingga silaturahmi yang berlangsung beberapa hari, kakaren hadir bukan sekadar sebagai sisa makanan. Lebih dari itu, kakaren dipandang sebagai simbol kebersamaan yang masih tersisa dari momen perayaan.

Berdasarkan Kamus Bahasa Sunda karya R. Satjadibrata, istilah kakaren berasal dari kata kakarian. Secara etimologis, kakarian berakar dari kata kari yang berarti sisa atau tinggal, yang kemudian mendapat konfiks ka-an, sehingga bermakna sisa makanan.

Dalam praktiknya, kakaren tidak hanya merujuk pada makanan sisa secara umum, tetapi memiliki keterkaitan erat dengan tradisi Lebaran. Masyarakat Sunda pun lazim menyebut makanan yang masih tersisa setelah hari raya sebagai kakaren Lebaran.

Makanan ini kerap disajikan kembali kepada kerabat, teman, maupun keluarga yang masih berkunjung setelah hari raya. Sehingga tetap menjadi bagian dari tradisi kebersamaan.

Secara umum, kakaren Lebaran terbagi dalam dua jenis. Pertama, kelompok camilan seperti kue kering, opak, rengginang, ulen goreng, dan seroja yang biasanya tersimpan dalam kaleng biskuit.

Kedua, kelompok lauk-pauk seperti opor ayam, rendang, serta sambal goreng kentang ati. Menariknya, lauk-pauk yang telah melalui proses pemanasan berulang justru kerap dianggap memiliki cita rasa yang lebih kuat.

Bumbu yang semakin meresap menciptakan harmoni rasa yang berbeda dibandingkan saat pertama kali disajikan. Dalam tradisi masyarakat Jawa Barat, kakaren tidak sekadar berkaitan dengan konsumsi makanan.

Lebih dari itu, ia memiliki fungsi sosial. Kakaren sering dijadikan buah tangan saat berkunjung ke kerabat di akhir masa libur Lebaran.

Hal ini simbol bahwa kebahagiaan di rumah masih tersisa untuk dibagikan kepada orang lain.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....