Mengenal Lamang Tapai, Kuliner Khas Minangkabau saat Idulfitri

  • 22 Mar 2026 11:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lamang tapai jadi salah satu sajian khas saat Idulfitri di Minangkabau.
  • Tradisi membuat lemang sendiri memiliki makna simbolis sebagai momen saling memaafkan.
  • Bisa disajikan dengan berbagai cara seperti ditambah dengan durian, srikaya, atau roti

RRI.CO.ID, Jakarta - Lamang tapai jadi salah satu hidangan khas Minangkabau yang selalu hadir dalam perayaan Idulfitri, khususnya di wilayah Solok, Payakumbuh, hingga Tanah Datar. Makanan ini bukan sekadar sajian pelengkap, tetapi juga penuh makna budaya dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Melansir laman UIN MY Batusangkar, lamang merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan yang dimasak bersama santan, kemudian dimasukkan ke dalam bambu dan dibakar di atas api. Proses memasaknya yang khas ini menghasilkan aroma harum serta tekstur pulen yang menjadi ciri utama lamang.

Sementara itu, tapai adalah hasil fermentasi ketan hitam yang memiliki rasa manis dan sedikit asam, sehingga menciptakan perpaduan rasa unik saat disantap bersama lamang.

Kuliner tradisional ini bisa dinikmati dengan berbagai cara. Ada yang memakannya dengan durian, roti, atau srikaya. Bisa juga disantap dengan mencocol lamang ke dalam kuah tapai agar rasanya lebih nikmat.

Dalam tradisi masyarakat Minangkabau, lamang tapai memiliki filosofi mendalam yang berkaitan dengan Idulfitri sebagai momen saling memaafkan. Proses pembuatan lamang yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian melambangkan proses penyucian diri setelah menjalani ibadah Ramadan.

Selain itu, tradisi memasak lamang biasanya dilakukan secara gotong royong menjelang Lebaran. Aktivitas ini menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga dan keluarga.

Kehadiran lamang tapai saat Idulfitri juga memiliki makna simbolis sebagai bentuk rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Hidangan ini biasanya disajikan kepada tamu yang datang bersilaturahmi, sehingga memperkuat nilai kebersamaan dan kehangatan dalam perayaan Lebaran.

Di tengah perkembangan zaman, lamang tapai tetap bertahan sebagai identitas kuliner tradisional yang tidak tergantikan. Selain menjadi makanan khas, hidangan ini juga berperan sebagai pengingat akan pentingnya menjaga tradisi, mempererat hubungan sosial, serta memaknai Idulfitri sebagai momentum kembali ke fitrah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....