Mengapa Ketupat Lebaran Berbentuk Anyaman? Ini Sejarahnya

  • 21 Mar 2026 09:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketupat diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga sebagai bagian tradisi Lebaran di Jawa dengan pendekatan budaya.
  • Istilah ketupat berasal dari “ngaku lepat” yang bermakna mengakui kesalahan dan saling memaafkan.
  • Anyaman janur dan bentuk segi empat mengandung filosofi keseimbangan hidup serta simbol kesucian setelah Ramadan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketupat selalu hadir di meja makan saat Lebaran, lengkap dengan opor ayam, sambal goreng, atau sayur labu. Hidangan ini tampak sederhana karena hanya berisikan nasi yang dimasak dalam bungkus janur.

Tetapi, bentuk anyaman pada ketupat sebenarnya menyimpan cerita panjang. Banyak orang mengenalnya sebagai makanan khas Idulfitri, meski tidak semua mengetahui mengapa ketupat dibuat dengan teknik anyaman yang cukup rumit.

Ketupat bukan sekadar pengganti nasi, melainkan bagian dari tradisi makan yang lahir dari budaya Jawa. Berikut beberapa penjelasan menarik mengenai asal-usul bentuk anyaman pada ketupat.

  • 1. Sunan Kalijaga memperkenalkan ketupat sebagai bagian tradisi Lebaran di Jawa

Ketupat mulai populer pada masa penyebaran Islam di pesisir Jawa sekitar abad ke-15 hingga 16. Tokoh yang sering dikaitkan dengan tradisi ini adalah Sunan Kalijaga.

Ia merupakan salah satu Wali Songo yang dikenal menggunakan pendekatan budaya agar ajaran agama mudah diterima masyarakat. Ketupat kemudian diperkenalkan sebagai bagian dari perayaan Lebaran setelah bulan Ramadan berakhir.

Tradisi tersebut lambat laun menyatu dengan kebiasaan masyarakat Jawa. Tradisi ini sudah terbiasa merayakan berbagai ritual panen dan perayaan desa.

  • 2. Masyarakat Jawa mengaitkan kata ketupat dengan istilah “ngaku lepat”

Istilah ketupat dipercaya berasal dari ungkapan Jawa “ngaku lepat” yang berarti mengakui kesalahan. Ungkapan tersebut berkaitan dengan tradisi saling meminta maaf setelah Ramadan selesai.

Dalam budaya Jawa, kata sering dipadatkan atau disingkat sehingga lahir istilah baru yang lebih mudah diucapkan. Dari sinilah kata “ketupat” kemudian digunakan sebagai sebutan makanan tersebut.

  • 3. Anyaman janur menjadi ciri khas yang membedakan ketupat dari nasi biasa

Salah satu hal paling menarik dari ketupat adalah bungkusnya yang terbuat dari janur atau daun kelapa muda. Janur dipilih karena lentur sehingga mudah dianyam membentuk kantong kecil berbentuk segi empat.

Teknik anyaman ini sudah dikenal lama di berbagai daerah pesisir yang banyak memiliki pohon kelapa. Masyarakat kemudian memanfaatkannya untuk membungkus nasi sebelum dimasak.

  • 4. Bentuk segi empat pada ketupat berkaitan dengan filosofi budaya Jawa

Bentuk ketupat yang menyerupai belah ketupat atau segi empat sering dikaitkan dengan konsep budaya Jawa. Konsep itu dikenal sebagai “kiblat papat limo pancer”.

Konsep tersebut menggambarkan empat arah mata angin dengan satu titik pusat. Dalam tradisi Jawa, gagasan ini sering digunakan untuk menjelaskan keseimbangan hidup manusia.

Bentuk ketupat kemudian dianggap merepresentasikan gagasan tersebut. Ketika ketupat dibelah, bagian dalamnya berwarna putih bersih dan padat.

Warna putih itu sering dimaknai sebagai simbol kesucian setelah menjalani puasa Ramadan selama sebulan penuh. Meskipun makna tersebut berkembang secara budaya, banyak masyarakat masih mempertahankannya sebagai bagian dari cerita yang menyertai makanan ini.

Itulah sebabnya ketupat tidak sekadar hadir sebagai pelengkap lauk. Tetapi juga membawa kisah yang diwariskan turun-temurun.

  • 5. Tradisi memasak ketupat berkembang menjadi kebiasaan kuliner Lebaran

Di banyak daerah, membuat ketupat menjelang Lebaran sering dilakukan bersama keluarga. Proses menganyam janur biasanya dilakukan sehari sebelum hari raya, lalu ketupat direbus dalam panci besar selama beberapa jam.

Kegiatan ini sering menjadi momen berkumpul karena anggota keluarga saling membantu menyiapkan hidangan Lebaran. Tidak sedikit orang yang belajar menganyam ketupat dari orang tua atau nenek di rumah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....