Cita Rasa Mangut Lele Mbah Marto yang Legendaris
- 08 Feb 2026 15:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Mangut lele Mbah Marto, dikenal sebagai kuliner legendaris khas Bantul yang digemari lintas generasi. Cita rasanya sederhana, hangat, dan cocok dinikmati oleh siapa saja.
Kisahnya bermula dari perjuangan Mbok Marto Ijoyo, yang merintis dagangan sejak tahun 1968-an. Ia berjalan kaki hampir 20 kilo meter dari Bantul ke Pasar Beringharjo di Kota Yogyakarta demi menjajakan mangut lele buatannya.
Dayat, pengelola Warung Mangut Lele Mbah Marto generasi kedua, mengenang kembali perjalanan awal usaha kuliner turun temurun ini. “Dulu mbah Marto berangkat dari rumah jam sepuluh pagi, dan pulang sampai maghrib, bahkan lebih cepat kalau laris,” ujarnya, Minggu, 8 Februari 2026.
Menurut Dayat, kunci kelezatan mangut lele Mbah Marto terletak pada proses tradisional yang terus konsisten dipertahankan. “Cara memasaknya masih sama seperti dulu, pakai tungku kayu, dari sejak Mbah Marto sampai sekarang,” katanya.
Keunikan lain, lanjut Dayat, ada pada tusukan yang digunakan saat mengasap lele. Ia menggunakan pelepah kelapa atau bongkok untuk membuat lele tetap lurus saat diasap.
“Bongkok bisa memberi aroma gurih pada daging lele. Dulu saya pernah pakai bambu, tapi getahnya bisa memengaruhi rasa,” ujar Dayat.
Mangut lele, adalah olahan ikan lele asap yang dimasak dengan kuah santan pedas. Proses pengasapan lelenya pun memakai serabut kelapa, agar aroma khasnya ikut keluar.
Kini, masyarakat yang ingin merasakan cita rasa otentik mangut lele Mbah Marto khas Bantul ini cukup datang ke warung yang dikelola Dayat. Lokasinya berada di Sewon, Bantul, Yogyakarta.
“Kami tidak ada cabang lain, hanya di Sewon Bantul. Ini lokasi yang sama dengan awal mbah Marto dulu berjualan,” ucap Dayat.
Selain mangut lele, warung tersebut juga menyediakan menu lainnya. “Ada mangut kepala manyung, mangut belut, garang asem ayam, dan masih banyak menu lainnya,” kata Dayat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....