Alasan Jeruk Mandarin Identik dengan Tradisi Perayaan Imlek

  • 05 Feb 2026 08:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Jeruk mandarin identik dalam tradisi perayaan Tahun Baru Imlek di berbagai komunitas Tionghoa, termasuk di Indonesia. Alasannya, buah ini menjadi simbol keberuntungan dan harapan baik di awal tahun baru.

Kata jeruk dilafalkan sebagai (橘 jú), terdengar mirip dengan kata “beruntung” (吉 jí) dalam bahasa Mandarin atau Kanton. Kesamaan bunyi tersebut membuat jeruk dipercaya membawa rezeki dan kemakmuran.

Warna oranye cerah dari jeruk mandarin dipercaya menyerupai emas. Sementara emas melambangkan kekayaan, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan keluarga.

Selain warna, bentuk jeruk yang bulat memiliki arti filosofi tersendiri. Bentuk tersebut melambangkan keutuhan, persatuan, dan hubungan keluarga yang harmonis.

Di Indonesia, buah ini juga umum diberikan kepada tamu sebagai tanda doa dan penghormatan. keluarga biasanya menukar atau memberikan dua buah jeruk kepada tamu atau kerabat, yang berarti mendatangkan keberuntungan ganda.

Tradisi memberi jeruk juga mencerminkan nilai sosial dalam budaya Tionghoa. Memberi jeruk berarti menyampaikan niat baik tanpa kata-kata.

Jeruk mandarin tidak hanya dikonsumsi, tetapi juga digunakan sebagai bagian dari persembahan. Penempatan jeruk di altar mencerminkan harapan akan keberkahan bagi keluarga.

Pada dasarnya, Imlek memang sarat dengan simbol dan makna filosofis bahkan dalam elemen-elemen terkecil yang ada. Makna simbolis dalam setiap hidangan menjadikan makanan khas Imlek lebih dari sekadar santapan, tetapi juga doa dan harapan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....