BRIN Tekankan Pentingnya Riset untuk Pengembangan Pangan Lokal

  • 19 Des 2025 21:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan alam terbesar di dunia. Setiap daerah memiliki bahan pangan alami yang kaya nutrisi dan sarat nilai budaya.

Talkshow Perspektif Melacak Jejak Pangan Nusantara diselenggarakan Kamis, 18 Desember 2025, di Studio 2 KOMPAS TV, Menara Kompas. Talkshow ini menjadi ruang diskusi edukatif untuk mengajak masyarakat kembali mengenal pangan lokal.

Menurunnya konsumsi pangan lokal berdampak pada berkurangnya variasi makanan dan melemahnya pola makan seimbang. Selain itu, pengetahuan tradisional tentang pangan perlahan ikut memudar.

Melalui talkshow ini, diharapkan masyarakat sadar pangan bernilai tinggi dekat dengan kehidupan kita. Research Director Center for Study Indonesian Food Anthropology (CS-IFA), Repa Kustipia, menekankan pangan lokal bagian dari budaya hidup.

"Pangan lokal merupakan hasil perjalanan sejarah panjang masyarakat Nusantara. Sejarah tersebut dimulai dari masa pemburu-peramu hingga sistem pangan modern," ujar Repa Kustipia dalam acara Perspektik Melacak Kejak Pangan Nusantara, Menara Kompas, Kamis (18/12/2025).

Setiap fase membentuk cara masyarakat mengenal dan memaknai makanan. Pangan lokal, menurutnya, tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dari sisi riset, BRIN menekankan pentingnya pengembangan pangan lokal berbasis ilmu pengetahuan. Kepala Riset Hortikultura dan Perkebunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dwinita Wikan Utami, menilai kolaborasi menjadi kunci.

"Kerja sama antara peneliti, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai sangat diperlukan. Hasil riset harus diterapkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Dwinita Wikan Utami dalam acara Perspektik Melacak Kejak Pangan Nusantara, Menara Kompas, Kamis (18/12/2025).

Sementara itu, Akademisi/Pakar Entomologi, Dadan Hindayana melihat serangga sebagai sumber protein alternatif masa depan. Serangga dinilai lebih efisien dan kaya protein dibandingkan ternak konvensional.

Melalui diskusi dan presentasi, talkshow ini membahas pangan lokal dari berbagai aspek. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi dan kesadaran publik terhadap pangan lokal yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....