Mengenal Bakpao, Kuliner Pengorbanan Orang Tionghoa
- 04 Jun 2025 10:36 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Bakpao adalah salah satu makanan yang sudah sangat akrab di kalangan masyarakat Indonesia. Berbentuk roti putih yang dikukus, bakpao sering ditemukan sebagai jajanan pinggir jalan dan di restoran dimsum khas Chinese.
Isian bakpao sangat beragam, menyesuaikan target pasaran yang dituju. Umumnya, isian bakpao secara tradisional khas Tionghoa terdiri dari daging babi, namun dibuat versi halalnya dari daging ayam.
Versi lainnya juga telah berkembang dan semakin beragam. Ada yang berisi kacang hijau, kacang merah, telur asin, cokelat, dan lain sebagainya.
Di Indonesia, nama bakpao merupakan serapan dari Bahasa Dialek Hokkien yang memang merupakan sub-etnis Tionghoa terbanyak di Indonesia. Nama bakapo berasal dari dua kata, “bak” artinya daging dan “pao” berarti bungkus atau pembungkus.
Varian penyebutan nama bakpao juga berasal dari bahasa dan dialek lain dari negeri Tiongkok. Dalam Dialek Hakka atau Khek, bakpao lebih sering disebut nyukppao atau yungpao dengan arti yang sama. Dalam bahasa Mandarin, bakpao disebut baozi yang artinya juga sama, daging yang terbungkus.
Makanan ini mulanya diciptakan oleh seorang tentara ahli strategi di era Kekaisaran Tiongkok Kuno bernama Zhuge Liang. Kisahnya bermula setelah ia melakukan peperangan dan meraih kemenangan yang akan dibawanya pulang kembali ke ibu kota.
Dalam perjalanan, ia beserta pasukannya harus melewati sungai besar yang berombak dan berbadai. Seorang pasukannya memberitahukan bahwa sejak zaman nenek moyang, siapapun yang ingin melewati sungai itu harus mematuhi sebuah aturan.
Aturan tersebut berupa pengorbanan dengan melempar sedikitnya 50 kepala manusia. Jika aturan itu sudah dilakukan, sungai akan tenang dan bisa diseberangi dengan aman dan selamat.
Namun, Liang tidak ingin terjadi kembali pembunuhan atau pertumpahan darah. Akhirnya, Ia menyuruh prajuritnya untuk membawakan daging babi kepadanya lalu dibungkuslah daging itu dengan tepung dan dibuat menyerupai kepala manusia.
Sejak saat itu, masyarakat Tiongkok mulai mengenal makanan yang berbentuk roti bulat berisi daging babi ini. Makanan yang mulanya ditujukan untuk pengorbanan, beralih menjadi hidangan yang populer seantero Tiongkok.
Bentuk beserta resep bakpao pun semakin mengalami penyesuaian. Awalnya hampir seukuran dengan kepala manusia, akhirnya dibuat lebih kecil untuk sesuai porsi makanan.
Kini, bakpao telah menyebar ke seluruh penjuru dunia, mulai dari Tiongkok daratan, Taiwan, Hong Kong, Asia Tenggara, hingga negara-negara Barat. Di Barat sendiri, bakpao dikenal dengan sebutan Chinese steamed bun karena adonan rotinya yang dikukus.
Di Indonesia, varian bakpao juga telah berkembang dari segi isian. Ada varian isi kacang hijau, cokelat, selai buah, dan lain sebagainya.
Sama seperti makanan khas Tionghoa lainnya, seperti bakso, bakimi, dan siomay, bakpao kini telah menjadi kuliner yang mudah ditemui di mana-mana. Selain lezat, kuliner ini juga tergolong menyehatkan karena mengandung sedikit minyak karena tidak digoreng ketika diolah. (Michelle Sabda)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....