Kronologi Sementara Dugaan Ancaman Bom di SDN Kawasan Jagakarsa Jaksel

  • 13 Jul 2026 12:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Guru SDN Srengseng Sawah 15 Pagi menerima pesan ancaman bom melalui WhatsApp pada Senin 13 Juli 2026 pagi saat siswa sedang mengikuti upacara pembinaan budaya di halaman sekolah.
  • Pihak sekolah mengambil langkah tenang dengan mengondisikan situasi terlebih dahulu agar siswa tidak panik, menunggu kedatangan aparat kepolisian sebelum melakukan evakuasi.
  • Tim Jibom Brimob melakukan sterilisasi menyeluruh di seluruh area sekolah sambil personel Gegana bersenjata lengkap berjaga di sejumlah titik, dan akses ke lingkungan sekolah dibatasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Guru kelas V SDN di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Subekhi, mengungkapkan dugaan ancaman bom pertama kali diketahui setelah salah seorang guru menerima pesan melalui aplikasi WhatsApp pada Senin 13 Juli 2026 pagi. Saat itu, seluruh siswa dan tenaga pendidik tengah mengikuti kegiatan upacara pembinaan budaya di halaman sekolah.

Subekhi mengatakan, setelah menerima informasi tersebut, pihak sekolah tidak langsung membubarkan kegiatan. Sekolah memilih mengondisikan situasi terlebih dahulu agar para siswa tetap tenang sembari menunggu kedatangan aparat kepolisian.

"Anak-anak biar tidak panik. Setelah Kapolsek datang, anak-anak diimbau pulang. Habis itu semua guru juga disterilkan," ucap Subekhi kepada RRI, Senin 13 Juli 2026.

Menurut Subekhi, setelah upacara selesai, siswa tidak langsung diarahkan masuk ke ruang kelas, melainkan tetap berada di lapangan sambil menunggu aparat kepolisian tiba di lokasi. Setelah petugas datang dan memberikan arahan, seluruh siswa dipulangkan sebagai langkah antisipasi.

Ia menuturkan, guru yang menerima pesan kemudian dimintai keterangan oleh petugas. Sementara itu, guru lainnya diminta keluar dari lingkungan sekolah agar aparat dapat melakukan sterilisasi di seluruh area sekolah.

Subekhi menambahkan, hingga proses pemeriksaan berlangsung, belum ada guru maupun siswa yang diperbolehkan kembali memasuki area sekolah. Pihak sekolah juga masih menunggu arahan dari aparat terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar setelah penanganan selesai.

Pantauan RRI di lokasi, hingga Senin siang petugas kepolisian bersama Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob masih melakukan sterilisasi di lingkungan SDNi. Sejumlah personel Gegana bersenjata lengkap tampak berjaga di sejumlah titik, sementara kendaraan operasional Tim Jibom Brimob masih disiagakan di dalam kompleks sekolah.

Akses menuju lingkungan sekolah masih dibatasi selama proses penyisiran berlangsung. Di luar area sekolah, sejumlah guru, orang tua murid, warga, dan awak media tampak menunggu perkembangan penanganan aparat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....