Polisi-Bea Cukai Soetta Gagalkan Potensi Pembuatan Pabrik Ekstasi

  • 27 Mar 2026 23:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Wisnu Wardana menyatakan potensi adanya pabrik narkoba jenis ekstasi 'terbangun diwilayah Indonesia
  • Penyelundupan narkoba jenis MDMA oleh WNA Tiongkok terbongkar di Bandara Soekarno-Hatta
  • Narkotika jenis MDMA adalah bahan baku pembuatan ekstasi dan termasuk markotika golongan I

RRI.CO.ID, Tangerang - Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Wisnu Wardana menyatakan potensi adanya pabrik narkoba jenis ekstasi 'terbangun diwilayah Indonesia. Namun, hal tersebut digagalkan dengan meringkus penyelundup bahan baku yang berasal dari Tiongkok.

Wisnu mengatakan pria berinisial CJ, warga negara Tiongkok ini mencoba mengundupkan 1.915 gram MDMD (Bahan dasar ekstasi) melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Apabila kegiatan haram ini lolos maka, mempunyai potensi akan adanya pabrik di wilayah Indonesia.

"Ya, sangat mungkin. Tidak menutup kemungkinan, karena dilihat dari besarnya atau jumlah MDMA itu kurang lebih hampir dua kilogram dan ini juga mempunyai potensi akan adanya pabrik di wilayah Indonesia," ujar Wisnu, Jumat 27 Maret 2026.

Menurut Wisnu, cara CJ membawa narkotika ke Indonesia merupakan salah satu modus baru. Dia tidak membawa butiran ekstasi yang kemungkinan besar akan diketahui oleh petugas bandara, melainkan membawa bahan dasarnya, sehingga dianggap bisa mengelabui petugas.

"Kalau mereka memasukkan didinding koper itu dalam bentuk butiran, itu akan lebih mudah terdeteksi. Sehingga kalau dibuat masih bubuk, menurut mereka mungkin akan lebih sulit terdeteksi x-ray," kata dia.

Atas barang bukti berupa 1.195 gram MDMA itu, sambung Wisnu, diperkirakan bisa digunakan sebanyak 9.575 kali cetak ekstasi. "Dengan terbongkarnya aksi penyundupan ini, maka bisa menyelamatkan 3.192 jiwa," ucapnya.

Senada dikayangkan Kepala Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang. "Sangat mungkin ya (pabrik ekstasi, Red), kalau ini lolos dia akan cetak menjadi ekstasi yang bentuk butiran," kata Hengky.

Namun, lanjutnya, masih akan didalami lebih lanjut, tetapi apabila melihat modus penyelundupannya memasukkan didinding koper itu dalam bentuk butiran, itu akan lebih mudah terdeteksi. "Sehingga bila masih bubuk menurut mereka mungkin akan lebih sulit, telebih itu ditutupi dengan aluminium foil pasti tujuannya adalah menghindari deteksi salah satunya dari X-ray," ujarnya.

Diketahui, bea cukai menggagalkan dua upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Menariknya, peristiwa tersebut terjadi pada periode Hari Raya Nyepi dan Lebaran/Idulfitri 1447 Hijriyah, kemarin.

Sebab, pada masa tersebut oknum penyelundup dari Tiongkok menganggap situasi krodit dan terfokus ada pelayanan arus mudik. Sehingga pera pemasok barang haram dari luar negeri itu menjadikan celah saat para petugas lengah.

"Agak sedikit spesial, karena kasus yang terjadi ini yang kita sampaikan, terjadi selama masa libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri. Jadi kita ketahui bersama ini adalah masa-masa yang sangat rawan," ujar Kepala Bea dan Cukai Soetta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, Jumat 27 Maret 2026.

Menurut Hengky pada periode tersebut seluruh stekholrer di Bandara Soetta dalam situasi sibuk. Pasalnya, peningkatan penumpang sekitar 30-50 persen dibandingkan masa normal.

"Pada periode Nyepi dan arus mudik Lebaran mencapai 190 ribuan penumpang, sejatinya pada masa normal hanya 120 ribuan penumpang. Ini masa-masa sangat rawan, nah kelihatannya sindikat memanfaatkan celah ini atau mereka mencoba memasukkan narkotika ini pada saat petugasnya lengah.

"Namun, kami membuktikan bahwa walaupun dalam masa libur, dalam masa periode mudik dan balik. Kami tetap selalu meningkatkan kewaspadaan semua instansi yang ada di Bandara Soetta untuk bersinergi," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....