Pasar Tunggu Data Inflasi AS, IHSG Diperkirakan Rebound

  • 10 Sep 2024 09:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pergerakan indeks saham di Bursa Edek Indonesia diperkirakan akan kembali naik hari ini. Setelah dalam penutupan perdagangan Senin kemarin, IHSG melemah 0,25 persen atau 19 poin ke level 7.702.

Namun, masih terjadi aliran masuk modal asing karena beli bersih (net buy) oleh investor asing sebesar Rp423 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBNI, ADRO, BMRI, BBCA dan BRIS.

"Hari ini IHSG berpotensi menguat kembali dengan makin dekatnya pengumuman inflasi Amerika Serikat. Serta potensi penurunan suku bunga The Fed," kata Head of Research Retail BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Selasa (10/9/2024).

Baca Juga : IHSG Tersungkur ke Zona Merah, Turun 0,25 Persen

Perkiraan pergerakan IHSG di rentang 7.620 - 7.670 untuk level support. Sedangkan level resist di rentang 7.730 - 7.800.

Bursa saham global, utamanya Wall Street, Amerika Serikat pada Senin kemarin juga ditutup di zona hijau. Sementara bursa saham Asia - Pasifik masih cenderung melemah.

Berbagai isu yang mempengaruhi sentimen pasar modal global masih didominasi oleh perkembangan data ekonomi AS. Serta data ekonomi dari sejumlah negara ekonomi besar seperti Jepang dan Tiongkok.

"Pelaku pasar menunggu laporan inflasi pekan ini dan keputusan suku bunga The Fed pada minggu depan. Indeks Dow Jones naik 1,20 persen, S&P 500 juga naik 1,16 persen dan Nasdaq menguat 1,16 persen," ujar Fanny.

Sementara mayoritas indeks bursa Asia Pasifik ditutup di zona merah pada Senin kemarin. Pasar masih dipengaruhi oleh rilis data pekerjaan AS yang melemah pekan lalu.

Indeks Nikkei 225 turun 0,48 persen, Hang Seng (HSI) merosot 1,42 persen, Shanghai Composite melemah 1,06 persen. Sedangkan, ASX 200 Australia naik 2,24 persen dan Straits Times Singapura menguat 1,22 persen.

Pertumbuhan ekonomi Jepang pada triwulan II-2024 tercatat melambat menjadi 2,9 persen. Lebih rendah dari angka awal 3,1 persen dan perkiraan konsensus 3,2 persen.

"Meski begitu, di Jepang masih ada kenaikan upah yang mendorong inflasi. Sehingga ada potensi Bank of Japan akan menaikkan suku bunganya," ucap Fanny menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....