Ini Jenis-Jenis Inflasi Beserta Dampaknya

  • 10 Agt 2024 20:09 WIB
  •  Takengon

KBRN, Takengon: Indikator utama dari fenomena inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara keseluruhan. Inflasi sendiri dikelompokkan menjadi beberapa kategori. Berikut adalah jenis-jenis inflasi yang dikategorikan berdasarkan sumber, penyebab, dan dampaknya:

Berdasarkan Sumbernya

Terdapat dua jenis inflasi berdasarkan sumbernya yang perlu diketahui, yaitu inflasi dari dalam negeri dan dari luar negeri.

1. Inflasi dari Dalam Negeri

Inflasi bisa terjadi ketika jumlah uang yang beredar di dalam negeri lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Tidak hanya itu, penyebab lain munculnya inflasi adalah ketika permintaan dari dalam negeri menurun sehingga membuat harga barang dan jasa meningkat.

2. Inflasi dari Luar Negeri

Kenaikan harga barang-barang impor atau dari luar negeri dapat menyebabkan terjadinya inflasi. Harga barang yang naik di negara asal produksi bisa berdampak pada ketidakstabilan ekonomi negara lainnya.

Berdasarkan Penyebabnya

Terdapat tiga jenis inflasi berdasarkan penyebabnya. Berikut adalah masing-masing penjabaran singkatnya:

1. Demand Pull Inflation

Inflasi bisa terjadi karena permintaan barang dan jasa di pasar yang mengalami peningkatan namun produsen tidak bisa memenuhinya.

2. Cost Push Inflation

Kenaikan biaya produksi yang membuat penawaran barang meningkat dapat menyebabkan terjadinya inflasi.

3. Bottle Neck Inflation

Jenis inflasi yang disebabkan oleh faktor penawaran dan permintaan barang serta jasa di pasar.

Berdasarkan Dampaknya

Seperti yang sudah disebutkan di atas, inflasi adalah fenomena ekonomi yang berdampak besar pada perekonomian negara dan kualitas hidup masyarakat. Inflasi dikelompokkan berdasarkan dampaknya terhadap kondisi ekonomi. Berikut masing-masing penjelasannya:

1. Inflasi Ringan

Jenis inflasi yang masih bisa dikendalikan dan tidak begitu mengganggu perekonomian negara. Situasi ini ditandai dengan kenaikan harga barang dan jasa di bawah 10% per tahun dan masih bisa dikendalikan.

2. Inflasi Sedang

Pada level sedang, dampak inflasi dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan tetap. Namun, inflasi sedang masih belum membahayakan perekonomian negara. Dalam hal ini, kenaikan harga barang dan jasa di pasar berada pada kisaran 10% hingga 30% per tahun.

3. Inflasi Berat

Inflasi berat berdampak besar pada kestabilan perekonomian negara. Ketika situasi ini terjadi, masyarakat akan lebih memilih untuk menyimpan barang daripada menabung.

Bunga tabungan akan menurun ketika terjadi inflasi. Kenaikan harga yang disebabkan oleh inflasi ini berada pada kisaran 30% hingga 100% per tahun.

4. Inflasi Sangat Berat

Inflasi pada kisaran 100% ke atas per tahun dapat mengacaukan perekonomian suatu negara. Jenis inflasi ini sulit dikendalikan sekalipun pemerintah telah mengeluarkan kebijakan moneter maupun fiskal.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....