BI Luncurkan BSPI 2030 untuk Percepat Digitalisasi Domestik
- 03 Agt 2024 00:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Bank Indonesia (BI) meluncurkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030. Cetak biru ini mengedepankan lima inisiatif strategsi untuk mengakselerasi ekonomi digital di Indonesia.
Lima inisiatif strategis itu terdiri dari Infrastruktur, Industri, Inovasi, Internasional, dan Rupiah Digita yang dikemas dalam 4I-RD. Inisiatif tersebut ditujukan untuk mengantisipasi tantangan sistem pembayaran di masa depan, baik perkembangan teknologi, maupun perubahan lingkungan.
"Perubahan lingkungan yang strategis diantaranya menguatnya partisipasi ekonomi generasi milenial, Z, dan Alpha. Serta meningkatnya laju inovasi digital, dan menguatnya konektivitas pembayaran lintas negara," ujar Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
BPSI 2030, tambahnya, juga memuat mitigasi risiko sistem pembayaran, terutama jaminan keamanan siber. Karena semakin banyak inovasi dan semakin tinggi teknologi yang digunakan, maka semakin rawanakan serangan siber.
"Kita setiap detik menghadapi serangan siber, inilah yang harus kita tahan. Selain itu juga mitigasi risiko fraud, pinjol ilegal, judi online, dan sebagainya," ucap Perry.
Dalam kesempatan yang sama, BI juga meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Segmen Pemerintah Fitur Online Payment. Alat pembayaran ini diperkuat dengan teknologi Virtual Card Tokenization.
"Virtual Card Tokenization merupakan pengembangan lebih lanjut dari fitur KKI yang telah ada. Yakni QRIS dan Kartu Fisik, yang seluruh pemrosesan transaksinya dilakukan secara domestik," kata Perry.
Implementasi fitur baru ini, tambah Perry, bertujuan untuk mendukung keberhasilan Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI). Utamanya dalam pengadaan barang/jasa Pemerintah serta memfasilitasi kebutuhan Pemerintah dalam bertransaksi melalui platform online.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....