MSCI Umumkan Hasil Review Terbaru, OJK Beri Penjelasan
- 19 Jun 2026 13:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- OJK menegaskan mayoritas indikator aksesibilitas pasar modal Indonesia tetap positif dalam review MSCI 2026.
- Hanya satu dari 18 kriteria MSCI yang mengalami penurunan, yakni aspek Information Flow.
- OJK akan melanjutkan reformasi transparansi pasar dan memperkuat dialog dengan investor global.
RRI.CO.ID, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang menurunkan penilaian Indonesia pada aspek Information Flow. Meski demikian, OJK menegaskan sebagian besar indikator aksesibilitas pasar modal Indonesia tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan signifikan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, mengatakan MSCI tetap mengakui berbagai perbaikan yang telah dilakukan Indonesia. Salah satunya terkait berkurangnya sejumlah catatan pada aspek liberalisasi pasar valuta asing meskipun masih memerlukan penyempurnaan.
Menurut Hasan, OJK bersama pemangku kepentingan pasar modal terus menjalankan berbagai reformasi untuk meningkatkan transparansi pasar. Upaya tersebut mencakup penguatan kualitas data kepemilikan saham hingga penyempurnaan kerangka pelaporan beneficial ownership.
Selain itu, regulator juga meningkatkan keterbukaan informasi kepada investor. Penguatan sistem pengawasan perdagangan dan penyempurnaan regulasi pasar modal juga terus dilakukan.
OJK menyebut sejumlah reformasi tersebut telah mendapat pengakuan dari penyedia indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell. Bahkan beberapa kebijakan yang diterapkan Indonesia mulai digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam penyusunan indeks dan keputusan investasi global.
Hasan menegaskan penguatan transparansi dan integritas pasar merupakan proses berkelanjutan. Karena itu, hasil kajian MSCI akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan prioritas pengembangan pasar modal ke depan.
"OJK memandang masukan MSCI sebagai bagian dari proses perbaikan yang konstruktif. Dengan konsistensi reformasi yang sedang berjalan, kami optimis kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia akan terus menguat ke depan," ujar Hasan dalam keterangan resmi, Jumat, 19 Juni 2026.
Meski mengalami penurunan penilaian pada satu indikator, Indonesia tetap mempertahankan status Emerging Market dalam indeks MSCI. Mayoritas aspek aksesibilitas pasar juga masih memperoleh penilaian positif.
OJK menyatakan akan terus memperkuat komunikasi dengan MSCI, FTSE Russell, dan investor global. Langkah ini dilakukan agar berbagai reformasi yang telah dijalankan dapat dipahami secara lebih menyeluruh oleh komunitas investasi internasional.
Hasan menjelaskan bahwa dari 18 kriteria penilaian MSCI, hanya satu indikator yang mengalami perubahan pada tahun ini. Penurunan tersebut terjadi pada aspek Information Flow.
"Secara umum, mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun juga ada catatan untuk arah perbaikan pasar modal ke depan," katanya.
Dari total 18 kriteria yang dinilai MSCI, sebanyak 10 indikator memperoleh nilai "++". Nilai tersebut menunjukkan Indonesia telah memenuhi praktik terbaik global dan tidak memiliki isu material.
Sementara itu, enam indikator memperoleh nilai "+" dan dua indikator mendapat nilai "-". Kedua indikator tersebut adalah Information Flow dan Foreign Exchange Market Liberalization Level.
OJK menilai masukan MSCI terkait Information Flow sejalan dengan agenda reformasi yang tengah dijalankan bersama BEI, KSEI, dan KPEI. Reformasi tersebut diharapkan semakin memperkuat daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....