Surplus Neraca Perdagangan Dorong Penguatan Rupiah Sore Ini

  • 19 Jun 2024 18:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Data neraca perdagangan Indonesia yang positif nampaknya memberi sentimen positif pada rupiah. Sehingga rupiah yang diprediksi akan melemah, kembali menguat dalam penutupan perdagangan sore ini.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 0,29 persen (47 poin). Sehingga posisi nilai tukar rupiah menjadi Rp16.365 per dolar AS.

“Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2024 surplus 2,93 miliar dolar AS. Sedangkan secara kumulatif, sejak bulan Januari hingga Mei, surplus neraca perdagangan sebesar 13,06 miliar dolar AS,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi.

Dari sisi eksternal, data ekonomi Amerika Serikat juga masih menjadi perhatian pasar. Yang terbaru adalah data penjualan ritel di AS yang stagnan di bulan Mei.

“Data untuk bulan sebelumnya juga direvisi jauh lebih rendah. Ini menjukkan aktivitas ekonomi di AS masih lesu pada kuartal kedua,” ucap Ibrahim.

Keyakinan pasar bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunga acuan di bulan September, nampaknya juga makin kuat. Alat pengukur CME FedWatch keyakinan pasar mencapai 67 persen.

Laju inflasi di Inggris dilaporkan sudah kembali ke target Bank of England sebesar 2 persen di bulan Mei. BoE akan menggelar pertemuan pada Kamis untuk membahas kebijakan suku bunga, meskipun perkiraannya BoE masih akan menahan suku bunga.

“Sementara itu, di Jepang, risalah pertemuan Bank of Japan masih memperdebatkan dampak melemahnya mata uang Yen terhadap harga. Sehingga risalah hasil pertemuan BoJ tidak terlalu menggerakkan pasar,” ujar Ibrahim.

Pelaku pasar, tambahnya, menantikan pertemuan BoJ berikutnya di bulan Juli. Gubernur BoJ Kazuo Ueda mengatakan, bank sentral bisa saja menaikkan suku bunga bulan depan tapi tergantung pada data ekonomi yang tersedia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....