Perilaku Pasar dan Prediksi Defisit APBN Tekan Rupiah

  • 05 Jun 2024 17:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Ekspektasi pasar bahwa rupiah masih akan menguat terhadap dolar AS pada sesi perdagangan Rabu (5/6/2024) ternyata meleset. Menurut Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,41 persen atau 66 poin ke posisi Rp16.286 per dolar AS.

Pelemahan rupiah dipengaruhi perilaku pasar yang masih menunggu data tenaga kerja lanjutan di Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, menurut data yang dirilis Selasa (4/6/2024), jumlah lowongan kerja AS turun menjadi 8,06 juta pada April 2024.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan tingkat lowongan kerja tersebut merupakan yang terendah sejak Februari 2021. "Namun pelaku pasar masih fokus ke laporan ketenagakerjaan AS pada Jumat (7/6/2024)," ujarnya.

Baca juga: Rupiah Berpeluang Lanjutkan Penguatan Pascarilis Lowongan Kerja AS

Diperkirakan lapangan kerja baru yang tercipta di AS pada Mei 2024 mencapai angka 185 ribu. Ini berarti peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 175 ribu.

“Pasar masih akan berhati-hati dengan data non-farm payroll (tenaga kerja non-pertanian) yang dirilis Jumat (7/6/2024)," ujar Ibrahim. Selain itu, The Fed juga akan melakukan pertemuan pekan depan dan diperkirakan masih akan menahan suku bunga acuan.

Sementara itu, Bank Sentral Eropa dan Kanada juga akan mengelar rapat eksekutif pada pekan ini. Pelaku pasar memperkirakan kedua bank sentral tersebut akan memangkas suku bunga acuannya.

Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan perkiraan defisit APBN 2025 yang ditetapkan sekitar 2,45-2,82 persen. Ini berarti lebih tinggi dibandingkan target defisit tahun ini sebesar 2,29 persen.

Menurut Ibrahim, defisit APBN 2025 mempertimbangkan sejumlah perkembangan domestik. "Misalnya program-program pemerintahan baru serta pembayaran bunga utang yang meningkat,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....