Rupiah Berpeluang Menguat Hari Ini, di Tengah Tekanan Dolar AS

  • 06 Okt 2026 10:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pada pada pukul 10.30 WIB, rupiah naik 0,06 persen atau 10 poin ke posisi Rp18.907 per dolar AS
  • Rupiah sedikit menguat di tengah penguatan dolar AS. Hari ini indeks dolar AS berada di kisaran 102,12-102,17
  • Indeks dolar AS masih kuat karena kenaikan imbal hasil obligasi AS dengan tenor panjang

RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah berpeluang melanjutkan penguatan terhadap dolar AS dalam perdagangan hari ini. Mengacu data Bloomberg, rupiah terpantau bergerak naik sejak pembukaan perdagangan.

Pada pada pukul 10.30 WIB, rupiah naik 0,06 persen atau 10 poin ke posisi Rp18.907 per dolar AS. Nilai tukar rupiah menguat dibandingkan saat penutupan perdagangan Senin kemarin di posisi Rp17.917 per dolar AS.

Rupiah sedikit menguat di tengah penguatan dolar AS. Hari ini indeks dolar AS berada di kisaran 102,12-102,17.

Indeks dolar AS masih kuat karena kenaikan imbal hasil obligasi AS dengan tenor panjang. "Imbal hasil obligasi AS kembali meningkat meskipun data tenaga kerja AS melemah," kata Analis Pasar Uang dari Mirae Asset Sekuritas, Jessica Tasijawa dalam analisisnya, Selasa, 6 Oktober 2026.

Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun, naik menjadi 5,31 persen dan tenor 30 tahun naik menjadi 5,66 persen. "Keduanya mencapai level tertinggi dalam 24 tahun, seiring kekhawatiran akan inflasi dan fiskal di AS," ucap Jessica.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS mengiringi ekspektasi pasar akan kebijakan suku bunga the Fed. Bank sentral AS itu diprakirakan akan menahan suku bunga pada pertemuan di bulan Oktober.

Jessica menyebut kondisi itu semakin memperkuat pergerakan suku bunga global 'higher for longer'. "Pasar masih memperhitungkan kenaikan suku bunga the Fed satu kali lagi di bulan Desember," ucapnya.

Sementara itu, data terbaru sektor jasa AS dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan pelemahan. Purchasing Managers' Index (PMI) sektor jasa berada di level 54,9 pada September, sesuai ekspektasi dan menurun dibandingkan bulan Agustus.

Meski menurun, level di atas angka 50 menunjukkan sektor jasa masih berada di zona ekspansi. Di sisi lain, tekanan harga di AS masih tinggi yang mengindikasikan meningkatnya risiko inflasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....