Lanjutkan Penguatan, IHSG Sesi I Naik Tipis 0,03 Persen ke 6.038,59

  • 05 Okt 2026 14:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG naik tipis ke level 6.038,598 pada penutupan perdagangan sesi I, Senin, 5 Oktober 2026.
  • Pada awal perdagangan, IHSG dibuka menguat 18,26 poin atau 0,30 persen ke level 6.055,15, menunjukkan momentum positif di awal sesi.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis pada penutupan perdagangan sesi I, Senin 5 Oktober 2026. Menurut data perdagangan, IHSG berada pada level 6.038,598 atau naik 1,710 poin (0,03 persen) dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 18,26 poin atau 0,30 persen ke level 6.055,15. Ini jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan Jumat 2 Oktober 2026 paada level 6.036,89.

IHSG sempat menanjak hingga level ke 6.085,453 dan menyentuh posisi terendah 6.019,843 pada sesi I. Nilai transaksi perdagangan mencapai sekitar Rp5,08 triliun dengan volume 21,08 miliar saham.

Sementara itu, frekuensi transaksi tercatat sekitar 977,95 ribu kali. Sebanyak 426 saham naik, 222 saham turun, dan 143 saham lainnya tidak mengalami perubahan.

Sejumlah saham menjadi sasaran aksi jual investor asing seperti GOTO, BBRI, SINI, BMRI, dan DSSA. Tim Analis Phintraco Sekuritas sebelumnya memperkirakan IHSG bergerak sideways dengan kecenderungan menguat.

“IHSG kali ini sideways cenderung menguat,katanya.. “IHSG akan berada pada kisaran level 6.000-6.200.”

Investor juga mencermati sejumlah indikator ekonomi domestik yang dijadwalkan dirilis pekan ini. Bank Indonesia akan menyampaikan cadangan devisa, indeks keyakinan konsumen, penjualan ritel, dan penjualan otomotif.

Dari pasar global, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi salah satu perhatian investor. Ini menurun setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan perlambatan.

Data nonfarm payrolls AS tercatat bertambah 29 ribu pada September. Angka tersebut turun dari 133 ribu pada Agustus dan berada di bawah perkiraan 90 ribu.

“Tingkat pengangguran AS naik menjadi 4,2 persen dari 4,1 persen,” kata Tim Phintraco. Hal ini menurunkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed."

Sementara itu, harga minyak mentah masih menjadi perhatian pasar meski mengalami penurunan terbatas. Pergerakan harga minyak dipengaruhi rencana negara-negara G7 melepas 100 juta barel cadangan minyak dalam empat bulan ke depan.

Pasar global juga masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta pergerakan pasar obligasi pemerintah. Faktor-faktor tersebut menjadi perhatian investor dalam menentukan arah perdagangan IHSG pada sesi II.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....