Kemenkes: Kasus Influenza Sub-clade K di Indonesia Menurun
- 29 Sep 2026 11:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenkes mencatat penurunan signifikan kasus influenza A H3N2 sub-clade K dari 166 kasus pada 2025 menjadi hanya 22 kasus hingga minggu ke-38 tahun 2026.
- PLT Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan bahwa kasus sub-clade K lebih banyak ditemukan pada 2025 dibandingkan dengan tahun 2026 berdasarkan pemantauan resmi.
- Kasus terakhir influenza A H3N2 sub-clade K di Indonesia ditemukan hingga minggu ke-16 tahun 2026, menunjukkan tren penurunan dalam transmisi virus.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 22 kasus influenza A H3N2 sub-clade K hingga minggu ke-38 tahun 2026 di Indonesia. Jumlah itu menurun dibandingkan 166 kasus pada 2025, dengan kasus terakhir ditemukan hingga minggu ke-16 tahun 2026.
PLT Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni mengatakan kasus sub-clade K di Indonesia lebih banyak ditemukan pada 2025 dibandingkan tahun 2026 berdasarkan pemantauan Kemenkes. Kasus tersebut tercatat lebih tinggi pada tahun lalu, sementara pada 2026 jumlahnya hanya mencapai 22 kasus hingga minggu ke-38.
“Kasus sub-clade K yang ada di Indonesia jauh lebih banyak di tahun 2025. Tahun ini tercatat 22 kasus, sedangkan tahun lalu mencapai 166 kasus,” kata Andi Saguni dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.
Andi menjelaskan istilah superflu bukan nomenklatur resmi WHO maupun Kemenkes, melainkan sebutan awam untuk influenza H3N2 sub-clade K. Ia menegaskan influenza tersebut bukan jenis yang dominan di Indonesia saat ini, karena mayoritas kasus merupakan influenza A H1N1.
“Yang dominan di Indonesia saat ini adalah influenza A H1N1. Jadi bukan superflu atau influenza A H3N2,” ujar Andi.
Kemenkes mencatat aktivitas influenza meningkat memasuki periode musiman, dengan positivity rate mencapai 56 persen pada minggu ke-38. Meski demikian, aktivitas influenza di rumah sakit masih rendah, sedangkan aktivitas di puskesmas berada pada kategori sedang tercatat.
“Peningkatan kasus influenza merupakan pola musiman yang biasanya terjadi mulai September hingga akhir tahun. Kami mengimbau masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan influenza,” ujar Andi.
Andi meminta masyarakat mencuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian. Masyarakat juga diminta tidak panik menghadapi peningkatan aktivitas influenza yang terjadi saat ini, namun tetap waspada terhadap penularan.
“Tidak perlu panik menghadapi peningkatan influenza, tetapi masyarakat tetap harus waspada dan menerapkan langkah pencegahan. Jangan khawatir berlebihan, tetap jaga kebersihan, gunakan masker saat sakit, serta hindari kerumunan jika diperlukan,” kata Andi mengungkapkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....