Kemenkes Catat Ribuan Spesimen Positif Influenza hingga September
- 29 Sep 2026 09:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kesehatan mengidentifikasi 1.527 spesimen positif influenza dari total 8.757 pemeriksaan selama periode Januari hingga minggu ke-38 September 2026.
- Pemeriksaan dilakukan melalui dua sistem surveilans utama yaitu Influenza-like Illness dan Severe Acute Respiratory Infection di berbagai fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.
- Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Andi Saguni menyatakan temuan ini berasal dari upaya pemantauan aktif terhadap penyakit pernapasan akut yang dilakukan di fasilitas kesehatan nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 1.527 spesimen positif influenza di Indonesia sepanjang Januari hingga minggu ke-38 September 2026. Angka tersebut berasal dari pemeriksaan 8.757 spesimen melalui surveilans Influenza-like Illness dan Severe Acute Respiratory Infection.
Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni mengatakan 1.527 spesimen positif influenza ditemukan dari pemeriksaan terhadap 8.757 spesimen melalui surveilans. Pemeriksaan dilakukan menggunakan surveilans Influenza-like Illness dan Severe Acute Respiratory Infection di berbagai fasilitas kesehatan Indonesia.
“Dari jumlah tersebut, 1.527 positif influenza atau sekitar 17 persen. Data ini sampai minggu ke-38,” kata Andi dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.
Meski terjadi peningkatan aktivitas influenza, Andi mengatakan tingkat aktivitas penyakit tersebut masih berada dalam kategori rendah hingga sedang berdasarkan hasil surveilans. Menurutnya, peningkatan aktivitas influenza pada September merupakan pola musiman yang juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk SARI, tingkat aktivitas influenza berada pada area kuning atau rendah. Sementara untuk ILI, tingkat aktivitasnya sedang atau moderat,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan selama 10 tahun, aktivitas influenza pada surveilans SARI di rumah sakit masih tergolong rendah. Sementara aktivitas influenza berdasarkan surveilans ILI di puskesmas berada dalam kategori sedang.
Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 Kemenkes mencatat 2.790 spesimen positif influenza dari 11.805 spesimen yang diperiksa. Tingkat positivitas pada periode tersebut mencapai sekitar 26 persen.
“Subtipe influenza paling banyak ditemukan adalah A H1N1pdm09, kemudian A H3N2 dan influenza B Victoria. Kemenkes juga menanggapi keluhan masyarakat yang menyebut influenza A saat ini terasa lebih berat dibandingkan sebelumnya,” ucap Andi.
Andi mengatakan tingkat keparahan influenza tidak dapat disimpulkan berdasarkan pengalaman masyarakat semata, melainkan harus mengacu pada data. Penilaian dilakukan melalui data surveilans yang mencakup perkembangan kasus dan tingkat keparahan influenza di masyarakat.
“Yang lebih penting adalah melihat data surveilans. Termasuk jumlah kasus berat, rawat inap, dan kematian,” ujar Andi menjelaskan.
Kemenkes menyatakan belum menemukan peningkatan keparahan penyakit influenza A H3N2 subklade K berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi. Data epidemiologi yang tersedia menunjukkan tingkat keparahan penyakit influenza tersebut masih belum mengalami peningkatan signifikan hingga saat ini.
“Berdasarkan penilaian WHO, influenza A H3N2 subklade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan penyakit hingga kini. Data epidemiologi yang tersedia juga belum menunjukkan adanya peningkatan keparahan penyakit tersebut,” ucap Andi menambahkan.
Kemenkes mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap influenza, terutama kelompok berisiko yang rentan mengalami komplikasi akibat infeksi. Kelompok tersebut meliputi balita, ibu hamil, lansia, penderita penyakit penyerta, serta orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.
“Masyarakat tidak perlu panik. Kementerian Kesehatan terus memantau perkembangan virus dan tingkat keparahannya melalui sistem surveilans di fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Andi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....