IHSG Terkoreksi 0,25 Persen pada Penutupan Perdagangan 7 September 2026

  • 07 Sep 2026 16:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG turun 0,25 persen ke level 6.619,67 pada penutupan perdagangan Senin 7 September 2026 setelah bergerak fluktuatif dan kembali ke zona negatif pada sesi II perdagangan.

RRI.CO.ID, Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu 7 September 2026. Pada akhir sesi II, IHSG berada di level 6.619,67 atau turun 16,8 poin (0,25 persen).

Sejak awal perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif setelah dibuka pada level 6.652,09. Indeks sempat menyentuh posisi tertinggi di posisi 6.667,75.

Pada sesi II, pergerakan IHSG cenderung berada di zona negatif. Tercatat sebanyak 281 saham naik, 332 saham turun, dan 179 saham stagnan.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp13,5 triliun. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 36,4 miliar lembar dengan frekuensi lebih dari 2,1 juta kali transaksi.

Pergerakan IHSG di zona negatif tersebut sejalan dengan proyeksi Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas. Sebelumnya tim tersebut memperkirakan IHSG masih berpotensi melemah secara terbatas dengan level support 6.600 dan resistance 6.710.

“Menurut analisa teknikal, IHSG berpotensi melemah terbatas,” katanya. “IHSG akan bergerak di level support 6.600 untuk level resistansi 6.710.”

Selain pergerakan teknikal, pelaku pasar domestik akan mencermati sejumlah data ekonomi yang dirilis Bank Indonesia (BI) pekan ini. Misalnya cadangan devisa yang dijadwalkan dirilis pada Senin 7 September 2026 dan indeks keyakinan konsumen dua hari setelahnya.

Dari pasar global, perhatian investor juga tertuju pada sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat (AS) yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar. Salah satunya indeks harga produsen atau PPI yang diperkirakan meningkat secara bulanan maupun tahunan.

Pasar juga menantikan tingkat inflasi AS yang akan dirilis pada Jumat 11 September 2026. Ini menjadi salah satu indikator penting yang akan diperhatikan The Fed untuk menentukan arah kebijakan suku bunganya.

Tim Pilarmas memperkirakan inflasi AS masih akan bergerak naik pada periode tersebut. Namun, kenaikannya diperkirakan masih paada batas yang ditoleransi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....