IHSG Diprakirakan Berbalik 'Rebound' Hari Ini
- 26 Agt 2026 07:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sentimen positif eksternal berpotensi mendorong 'rebound' IHSG pada perdagangan hari ini
- BEI melakukan evaluasi berkala terhadap 14 indeks saham
- Sanksi terbaru AS terhadap Iran perlu diwaspadai
RRI.CO.ID, Jakarta - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan akan berbalik menguat hari ini, Rabu 26 Agustus 2026. Setelah pada Senin sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,37 persen ke level 6.501,67.
"Sentimen positif eksternal berpotensi mendorong 'rebound' IHSG pada perdagangan hari ini," kata Tim Analis dari Phintraco Sekuritas, Rabu, 26 Agustus 2026. IHSG diprakirakan akan bergerak pada kisaran 6.450-6.600.
Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh hasil evaluasi berkala BEI terhadap 14 indeks saham. Hasil evaluasi tersebut mulai berlaku pada 1 September 2026 dengan periode efektif yang berbeda sesuai jenis indeks.
Beberapa indeks yang mengalami evaluasi meliputi ABX, DBX, MBX, IDXVESTA28, ECONOMIC30, SRI-KEHATI, ESGQKEHATI. Termasuk ESGSKEHATI, Investor33, ISSI, JII, JII70, IDXSHAGROW, dan IDXMESBUMN.
Tim analis Phintraco Sekuritas juga mencermati target pemerintah dalam memenuhi kebutuhan listrik. "Presiden Prabowo menargetkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp (Gigawatt peak) dalam dua hingga tiga tahun," ucap Tim Phintraco.
Program ini diawali dengan 14 PLTS di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali. Kemudian di Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau yang semuanya berkapasitas total 5,3 GWp.
Kebutuhan investasi dari program ini sebesar USD73 miliar. Program ini disebut berpotensi menghemat Rp73,9 triliun per tahun dari penggunaan PLTS dan penyimpanan energi berbasis baterai.
"Proyek ini jika benar selesai dalam waktu yang ditargetkan diharapkan akan memberi dampak positif. Utamanya terhadap sektor infrastruktur, konstruksi, dan sektor energi terbarukan, dan penyerapan tenaga kerja," kata Tim Phintraco.
Selain itu, PLTS akan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Sementara itu dari sisi eksternal, Tim Phintraco menyebut sanksi terbaru AS terhadap Iran perlu diwaspadai.
Pelaku pasar juga mencermati turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury). Rilis data inflasi dari pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) di AS juga akan menjadi perhatian pasar.
Perdagangan saham di BEI pada Senin kemarin, juga masih diwarnai aksi jual dengan net sell sebesar Rp556,22 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BUMI, TPIA, ISAT dan DSSA.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....