IHSG Melemah 0,87 Persen di Jeda Perdagangan ke Level 6.309
- 11 Agt 2026 12:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG turun 0,87 persen atau 55,469 poin ke level 6.309,905 pada jeda perdagangan hari ini, Selasa, 11 Agustus 2026.
- Sebanyak 466 saham melemah, sementara 160 saham menguat dan 162 saham stagnan.
- Investor mencermati pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI serta perkembangan perang AS-Iran.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada jeda perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026. IHSG turun 55,469 poin atau 0,87 persen ke level 6.309,90.
IHSG dibuka pada level 6.383,810 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 6.388,581. Indeks kemudian bergerak turun hingga mencapai level terendah 6.291,195.
Hingga jeda perdagangan, volume transaksi mencapai 20,912 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp7,844 triliun.
Sebanyak 160 saham menguat, sedangkan 466 saham melemah. Sementara itu, 162 saham lainnya tercatat tidak mengalami perubahan.
Tim Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan pelaku pasar mencermati sejumlah sentimen domestik dan global. Salah satunya perkembangan pencalonan Gubernur Bank Indonesia serta situasi perang Amerika Serikat dan Iran.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI). Menurut Pilarmas, pencalonan tersebut dinilai memberikan kepastian terhadap keberlanjutan kebijakan moneter.
"Pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI dinilai positif. Hal tersebut karena memberikan kepastian dan menjaga kesinambungan kebijakan moneter," kata Pilarmas dalam risetnya, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurut Pilarmas, pengalaman Destry di BI dapat membantu menjaga stabilitas rupiah dan inflasi. Namun, tantangan ke depan adalah mempertahankan independensi BI sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
Dari eksternal, pasar masih mencermati perkembangan negosiasi terkait perang AS dan Iran. Kebuntuan pembicaraan mengenai Selat Hormuz kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi.
Kondisi tersebut turut mendorong harga minyak kembali meningkat. Pilarmas mencatat minyak WTI berada di sekitar 82 dolar AS per barel dan Brent 87 dolar AS per barel.
"Pelaku pasar dan investor rasanya mulai kembali pesimis. Kesepakatan antara Oman dan Iran mungkin tidak akan tercapai dalam waktu dekat," ujar mereka.
Selain itu, pasar menantikan sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat pekan ini. Data inflasi AS yang dijadwalkan keluar 12 Agustus menjadi salah satu perhatian utama investor.
Pilarmas memproyeksikan inflasi Amerika Serikat mengalami penurunan. Data tersebut akan menjadi salah satu acuan pasar dalam melihat arah kebijakan moneter The Fed.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....