Pasar Cermati Isu dan Data Ekonomi, IHSG Diprakirakan Sideways

  • 11 Agt 2026 07:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tim Analis Phintraco Sekuritas memprakirakan IHSG akan bergerak sideways (stagnan) pada kisaran 6.300-6.450
  • Pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia oleh Presiden tidak mampu mendorong penguatan indeks di penutupan perdagangan hari sebelumnya
  • Pelaku pasar mencermati harga minyak mentah dunia yang kembali melonjak dan menunggu data inflasi AS

RRI.CO.ID, Jakarta - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini diprakirakan akan sedikit lesu hari ini. Pelaku Pasar masih 'wait and see' melihat perkembangan isu dan data ekonomi.

"Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways (stagnan) pada kisaran 6.300-6.450," kata Analis Pasar Modal dari Tim Phintraco Sekuritas, Selasa, 11 Agustus 2026. Pada penutupan perdagangan Senin kemarin, IHSG turun 0,69 persen ke level 6.365, setelah menguat di sesi awal.

"Pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia oleh Presiden tidak mampu mendorong penguatan indeks di penutupan perdagangan," ucap Tim Phintraco. Meskipun kabar itu berhasil memicu penguatan Rupiah.

Selain itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun ke level 116,8 pada bulan Juli, dari 117,8 di bulan Juni. IKK sudah turun tiga bulan berturut-turut dan level terendah sejak April 2025.

Penurunan IKK disebabkan oleh turunnya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) menjadi 107,9 di bulan Juli 2026. Sedangkan di bulan Juni (IKE) di level 109.2.

Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga turun di level 125, 7 di bulan Juli dari 126,4 di bulan Juni. "Namun IKK di atas level 100 tetap berada di zona optimis, menunjukkan keyakinan konsumen masih positif meski menurun," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas.

Di sisi lain, data penjualan sepeda motor meningkat 8,3 persen secara tahunan menjadi 636 ribu unit pada Juli 2026. Sebelumnya, pada Juni 2026, penjualan motor tumbuh 1,1 persen.

"Angka bulan Juli merupakan level tertinggi sejak Oktober 2014, di tengah meredanya tekanan inflasi. Sehingga penjualan sepeda motor tumbuh 2 persen secara tahunan mencapai 3,77 juta unit pada periode Januari-Juli 2026," ujar Tim Phintraco.

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memprakirakan penjualan sepeda motor relatif stabil tahun ini. Yakni di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit sepeda motor.

Perdagangan saham pada Senin kemarin diwarnai aksi jual saham oleh investor asing sebesar Rp875,51 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, BMRI, TLKM, ASII, dan BBRI.

Dari sisi eksternal, Phintraco mencermati harga minyak mentah dunia yang kembali melonjak sekitar 5 persen. Kenaikan harga dipicu meningkatnya keraguan AS- Iran akan mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Pelaku pasar sedang menantikan rilis data inflasi di AS, seiring ekspektasi mereka terhadap kebijakan suku bunga the Fed. Setelah data tenaga kerja non-pertanian menunjukkan pelemahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....