Sejumlah Katalis Positif Jadi Pendorong Penguatan Rupiah Hari Ini
- 10 Agt 2026 09:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka naik 0,42 persen atau 75 poin menjadi Rp 17.822 per dolar AS
- Rupiah berpeluang menguat karena sejumlah faktor, diantaranya data tenaga kerja Amerika Serikat yang memburuk
- Tensi konflik di Timur Tengah juga mulai menurun
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka naik 0,42 persen atau 75 poin menjadi Rp 17.822 per dolar AS.
Pada akhir pekan kemarin, rupiah ditutup naik 0,15 persen ke posisi Rp17.897 per dolar AS. "Nilai tukar rupiah diharapkan terapresiasi hari ini ke level Rp17.880 per dolar AS," kata Analis Pasar Uang dari Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana, Senin, 10 Agustus 2026.
Menurutnya, rupiah berpeluang menguat karena sejumlah faktor, diantaranya data tenaga kerja Amerika Serikat yang memburuk. Hal tersebut tercermin dari data tenaga kerja non-pertanian atau Non-Farm Payrolls (NFP) dan Participation Rate yang menurun.
Data NFP untuk boleh Juli 2026 mengalami penurunan sebesar 23 ribu lapangan kerja. Sebelumnya prakiraan data NFP direvisi ke bawah, atas penambahan 20 ribu lapangan kerja di bulan Juni 2026.
Data tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa the Fed tidak perlu cepat-cepet menaikkan suku bunga. Kondisi ini menjadi pendorong penguatan mata uang rupiah.
Tensi konflik di Timur Tengah juga mulai menurun. Iran dan Oman disebut sudah sampai pada tahap akhir kesepakatan mengenai pengelolaan bersama Selat Hormuz.
Di dalam negeri, pelaku pasar masih menantikan kabar calon gubernur Bank Indonesia yang baru. Sejumlah nama sudah bermunculan, tapi pemerintah belum secara resmi mengumumkan sosok yang diajukan sebagai calon Gubernur BI baru.
Di sisi lain, aliran masuk modal asing di pasar ekuitas juga dapat mendorong penguatan rupiah. Pada akhir kemarin, di pasar saham terjadi net buy (beli bersih) oleh investor asing sebesar Rp917,23 miliar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....