IHSG Diprakirakan Bergerak di Zona Positif Hari Ini, Uji Level 6.500
- 10 Agt 2026 07:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini diprakirakan akan bergerak di zona positif
- faktor yang akan mempengaruhi sentimen pasar adalah turunnya peluang kenaikan suku bunga the Fed, harga minyak dan harga emas
- Sedangkan di dalam negeri, pasar menantikan sejumlah data ekonomi, diantaranya data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). Kemudian data penjualan ritel dan penjualan sepeda motor dan mobil
RRI.CO.ID, Jakarta - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini diprakirakan akan bergerak di zona positif. Akhir pekan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 1 persen ke level 6.409.
"Hari ini IHSG diprakirakan menguat dan bergerak di rentang 6.300 untuk level support dan 6.500 di level resistansi," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Senin, 10 Agustus 2026. Sepekan ke depan, Tim Phintraco memprakirakan IHSG akan menguji level 6.500.
Sejumlah faktor yang akan mempengaruhi sentimen pasar adalah turunnya peluang kenaikan suku bunga the Fed. "Termasuk penguatan harga emas dan koreksi harga minyak akan menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG," ucap Tim Phintraco.
Sedangkan di dalam negeri, pasar menantikan sejumlah data ekonomi, diantaranya data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). Kemudian data penjualan ritel dan penjualan sepeda motor dan mobil.
Sementara itu, penyedia indeks global, MSCI akan melakukan rebalancing pada 12 Agustus dan perubahannya berlaku efektif 31 Agustus 2026. Namun, kata Tim Phintraco, MSCI masih mempertahankan pembekuan penambahan saham baru Indonesia.
Dari faktor eksternal, Tim Analis Phintraco mencatat harga minyak mentah menguat sekitar 1 persen pada perdagangan Jumat kemarin. Pelaku pasar menantikan negosiasi antara AS, Iran serta negara-negara di Timur Tengah mengenai akses ke Selat Hormuz.
Sedangkan harga emas menguat pada level tertinggi selama tujuh pekan di level USD4.336 per troi ons. Probabilitas the Fed akan mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan September mendatang menjadi 60,4 persen dari 43,2 persen.
Ekspektasi itu disebabkan oleh data tenaga kerja AS yang di bawah perkiraan. Data tenaga kerja Non-Farm Payrolls) di luar dugaan mencatat pengurangan 23 ribu lapangan kerja pada Juli 2026.
Selanjutnya AS akan merilis dari Indeks Harga Konsumen, Indeks Harga Produsen serta data penjualan ritel. Data-data tersebut juga akan mempengaruhi sentimen pasar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....