IHSG Turun 0,12 Persen ke Level 6.343,71 pada Penutupan Perdagangan 6 Agustus 2026

  • 06 Agt 2026 16:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG ditutup pada posisi 6.343,71 dengan penurunan 7,43 poin atau 0,12 persen pada Kamis, 6 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Kamis 6 Agustus 2026 dengan kemerosotan. Ini terlihat setelah IHSG ditutup pada posisi 6.343,71 atau turun 7,43 poin (0,12 persen) dibandingkan sehari sebelumnya.

IHSG memang sempat bergerak dan menyentuh posisi terendah pada 6.324,06. Sejak awal perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif setelah dibuka pada level 6.379,92.

Pergerakan IHSG didominasi 337 saham turun, 265 saham naik, dan 192 saham stagnan. Sementara aktivitas perdagangan tercatat dengan nilai transaksi mencapai Rp18,06 triliun.

Volume saham yang diperdagangkan mencapai 54,74 miliar lembar. Sedangkan frekuensi perdagangan tercatat lebih dari 2,67 juta kali transaksi.

Tim Analis Phintraco Sekuritas sebelumnya memprakirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji level 6.370-6.400. Menurut tim, sentimen pasar dipengaruhi oleh rilis sejumlah indikator ekonomi pada Rabu 5 Agustus 2026.

Misalnya tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meambat menjadi 5,29 secara tahunan pada kuartal II 2026. Namun, capaiaan tersebut lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar yang berada di level 5,1 persen secara tahunan.

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026, kata Tim Phintraco, merupakan yang paling kecil sejak triwulan III 2025. Hal ini disebabkan pertumbuhan konsumsi dan belanja pemerintah yang lebih lambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I 2026.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia juga turun menjadi 4,65 pada Mei 2026 dari 4,68 pada Februari 2026. “Ini menunjukkan tingkat pengangguran di Indonesia pada level terendah sejak 1994,” kata Tim Phintraco.

Sedangkan tingkat kemiskinan juga turun ke posisi terendah sejak 1999 di level 8,07 persen pada Maret 2026. Sebelumnya, pada September 2025, tingkat kemiskinan tercatat sebesar 8,25 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penduduk miskin mencapai 22,93 juta orang pada Maret 2026. Ini berarti turun 430 ribu orang dari 23,36 juta orang pada September 2025.

Pemerintah juga menyatakan menunda akan implementasi pemungutan pajak melalui marketplace. Kebijakan itu sebelumnya direncanakan berlaku efektif pada Agustus 2026.

Sementara itu, aksi jual investor asing dengan net sell kembali terjadi sebesar Rp187,59 miliar. Saham-saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, TLKM, BBRI, ASII dan CPIN.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....