IHSG Berbalik Melemah Tipis pada Penutupan Sesi I ke Level 6.234
- 03 Agt 2026 12:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG ditutup sementara di level 6.234,29 pada sesi pertama perdagangan Seninl 3 Agustus 2026, melemah 1,83 poin atau 0,03 persen.
- Meskipun bergerak di zona negatif, IHSG sempat mencapai level tertinggi 6.273,326 dengan level terendah 6.213,346 selama sesi pertama.
- Pergerakan IHSG menunjukkan volatilitas pasar saham Indonesia pada awal pekan dengan penurunan yang relatif kecil dibandingkan dengan fluktuasi intraday.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah tipis pada jeda perdagangan sesi I, Senin, 3 Agustus 2026. IHSG ditutup sementara di level 6.234,29 atau turun 1,83 poin setara 0,03 persen.
Meski bergerak di zona negatif, pergerakan IHSG sepanjang sesi pertama sempat menyentuh level tertinggi 6.273,326. Sementara level terendah tercatat di 6.213,346.
Nilai transaksi hingga jeda siang mencapai Rp7,6 triliun dengan volume perdagangan 23,09 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,3 juta kali.
Sebanyak 323 saham menguat, 294 saham melemah, dan 169 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi I tercatat mencapai Rp10,92 triliun.
Sebelumnya, IHSG dibuka menguat pada perdagangan pagi tadi. IHSG berada di level 6.272,61 atau naik 36,61 poin setara 0,59 persen dibandingkan penutupan Jumat lalu.
Penguatan tersebut melanjutkan tren positif pada akhir pekan lalu. Namun, investor asing masih membukukan jual bersih (net sell) sekitar Rp35 miliar di pasar saham.
Berdasarkan data BNI Sekuritas, saham yang paling banyak dilepas investor asing meliputi BBCA, AMMN, ANTM, UNTR, dan TLKM. Kondisi tersebut menunjukkan investor masih bersikap selektif di tengah penguatan indeks.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju level 6.300. Namun, ia mengingatkan pelaku pasar mewaspadai potensi koreksi apabila indeks gagal bertahan di atas area tersebut.
"IHSG hari ini berpeluang melanjutkan kenaikan menuju level resistansi kuat di 6.300. Namun, apabila belum mampu bertahan di atas level tersebut, IHSG berpotensi kembali mengalami koreksi," kata Fanny.
Fanny memperkirakan level support IHSG berada di kisaran 6.120 hingga 6.200. Sementara level resistance diproyeksikan berada pada rentang 6.270 hingga 6.300.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi, neraca perdagangan, hingga data pertumbuhan ekonomi. Dari sisi eksternal, investor masih mencermati konflik Timur Tengah, dan pergerakan harga minyak dunia yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....