IHSG Naik Tipis 0,17 Persen, Investor Tetap Waspadai Tekanan Eksternal dan Domestik
- 29 Jul 2026 09:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG naik 31,09 poin atau 0,51 persen ke level 6.161,67 pada pembukaan perdagangan Rabu 29 Juli 2026.
- Pelaku pasar masih mencermati tekanan eksternal, termasuk arah suku bunga The Fed dan pelemahan nilai tukar rupiah.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Rabu, 29 Juli 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG mencapai level 6.141,16 atau naik 10,57 poin (0,17 persen) dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.
Meski begitu, pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen yang berpotensi memengaruhi pergerakan indeks. Investor tetap mewaspadai tekanan eksternal dan domestik yang membayangi pasar saham.
Tim Analis Phintraco Sekuritas memprakirakan IHSG masih berpotensi bergerak terbatas. Secara teknikal, IHSG diperkirakan menguji area support pada kisaran 6.050 hingga 6.100.
Menurut tim, tekanan pasar dipengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). “Secara teknikal IHSG masih akan melemah, menguji level 6.050-6.100," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026, IHSG ditutup melemah 0,89 persen ke level 6.130,59. Pada hari yang sama, rupiah turun 0,41 persen ke posisi Rp18.083 per dolar AS.
Tim Phintraco menyebut pelemahan rupiah dipengaruhi penguatan indeks dolar AS menjelang pertemuan The Fed pekan ini. Pasar memperkirakan bank sentral AS masih mempertahankan suku bunga acuan pada level 3,5 hingga 3,75 persen.
Dari dalam negeri, investor juga masih bersikap wait and see terhadap penunjukan Gubernur Bank Indonesia definitif. Pelaku pasar turut mencermati rencana tambahan tarif impor AS terhadap sejumlah negara Asia.
Sementara itu, Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia mencatat investor asing masih melakukan aksi jual bersih senilai Rp788,57 miliar. Saham yang paling banyak dilepas meliputi BMRI, BBRI, TPIA, ANTM, dan BUMI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....