BI Minta Pelaku Pasar tidak Panik, usai Pengunduran Diri Perry
- 28 Jul 2026 14:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti meminta pelaku pasar untuk tidak panik merespons pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI pada 26 Juli 2026.
- Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya dengan alasan pribadi, dan pemerintah langsung merespons dengan menunjuk Destry Damayanti sebagai pejabat sementara.
- Destry Damayanti menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia tidak akan mengganggu kinerja lembaga tersebut dalam menjalankan tugas-tugasnya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti meminta pelaku pasar untuk tidak panik merespon pengunduran diri Perry Warjiyo. Perry mundur dari jabatannya sebagai Gubernur BI pada Minggu, 26 Juli 2026, dengan alasan pribadi.
Pengunduran diri Perry ini, langsung direspon pemerintah, dengan menunjuk Destry sebagai pejabat sementara. Dalam hal itulah Destry menegaskan bahwa pergantian ini tidak akan mengganggu kinerja BI.
Sebab ditekankannya, bahwa BI akan tetap menjalankan tugas dan fungsinya, sebagaimana yang sebelumnya telah ditetapkan. Untuk itu dikatakannya, agar para pelaku pasar, tidak perlu khawatir berlebih tengah pengunduran diri Perry Warjiyo.
"Untuk market ya, tentunya untuk market kita berharap tidak perlu panik. Kenapa?, karena kami dari Bank Indonesia tetap akan menjalankan kebijakan kami seperti juga yang sudah kami lakukan sebelumnya," kata Destry dalam konferensi persnya, dikutip di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Dalam hal itu Destry menjelaskan, bahwa BI memiliki sejumlah tugas penting, dalam menjaga pertumbuhan nilai ekonomi Indonesia. Seperti salah satunya disebutkan Pejabat Sementara Gubernur BI, yakni menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
"Stabilitas nilai tukar akan tetap menjadi kunci dari kebijakan kami saat ini, sehingga kami juga akan terus berada di pasar baik dengan melalui intervensi di spot, DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) dan NDF (Non-Deliverable Forward). Dan juga tentunya di satu sisi juga, kebijakan kami yang bersifat untuk pro growth, akan kami teruskan melalui kebijakan makropredensial kami," ujarnya.
Selain itu lebih lanjut diungkapkannya, BI juga akan memfokuskan kinerjanya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, dengan mendukung kebijakan makroprudensial. Hal ini diungkapkannya, merujuk hasil keputusan bersama dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, beberapa waktu lalu.
"Di satu sisi juga kebijakan kami yang bersifat untuk pro growth akan kami teruskan melalui kebijakan makropredensial kami. Jadi kebijakan itu masih tetap kami lakukan dan juga di Bank Indonesia ini kepemimpinan dilakukan secara kolektif kolegial," imbuh Destry.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....