IHSG Menguat pada Jeda Siang di Level 6.482,57

  • 18 Agt 2026 12:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG menguat 80,68 poin atau 1,26 persen mencapai level 6.482,57 pada sesi pertama perdagangan.
  • Indeks dibuka di level 6.448,82 dan berhasil mempertahankan posisi di zona hijau sepanjang sesi I.
  • Selama sesi pertama, IHSG mencapai level tertinggi 6.490,64 dan terendah 6.448,26 dengan pergerakan yang stabil.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju positif dan berhasil bertahan di zona hijau hingga jeda siang perdagangan. Pada sesi pertama, Selasa, 18 Agustus 2026, IHSG menguat 80,68 poin atau 1,26 persen ke level 6.482,57.

Berdasarkan data perdagangan, indeks dibuka di level 6.448,82. Sepanjang sesi I, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.490,64 dan terendah 6.448,26.

Nilai transaksi menembus Rp8,17 triliun dengan volume perdagangan 19,97 miliar saham. Sebanyak 397 saham menguat, 218 saham melemah, dan 178 saham lainnya bergerak stagnan.

Penguatan IHSG terbilang tangguh di tengah memanasnya sentimen global. Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pergerakan IHSG hari ini cukup menantang.

Hal ini karena pasar dibayangi oleh meningkatnya eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Hal ini memuncak usai Presiden AS Donald Trump menolak perpanjangan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.

Kondisi tersebut memicu lonjakan harga minyak WTI hingga USD 85,30 per barel dan Brent yang kembali menembus USD 90,87 per barel. Hal itu berpotensi memicu kembali tekanan inflasi global.

Selain itu, imbal hasil obligasi US Treasury 30-tahun turut melonjak hingga ke level 5,31 persen yang mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar. Dari kawasan regional, rilis data ekonomi Tiongkok juga menunjukkan perlambatan pada penjualan ritel dan produksi industri.

"Menghadapi hari ini, kemungkinan besar pergerakan IHSG dan pasar obligasi akan sedikit sulit. Namun terkadang mereka berdua selalu mendapatkan kejutan," tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Selasa, 18 Agustus 2026.

Di sisi lain, pasar mendapat dorongan sentimen positif dari dalam negeri terkait arah kebijakan investasi jangka panjang. Pemerintah secara resmi menaikkan target investasi tahun 2027 menjadi Rp2.322 triliun demi mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,8-6,5 persen.

Langkah pemerintah yang terus memperkuat hilirisasi dan industri bernilai tambah dinilai memberikan angin segar bagi para pelaku pasar. Tren positif ini diproyeksikan menjadi katalis bagi sektor mineral, kawasan industri, energi, infrastruktur, hingga manufaktur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....