IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.185, Pasar Cermati Konflik AS-Iran
- 27 Jul 2026 10:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG dibuka di level 6.185 pada hari Senin, 27 Juli 2026, turun 11 poin atau 0,18 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.196.
- Penurunan IHSG didorong oleh sentimen global negatif termasuk konflik Amerika Serikat dan Iran yang masih menjadi perhatian investor.
- Berbagai agenda ekonomi penting dunia menjadi faktor yang mempengaruhi keputusan pelaku pasar di awal pekan ini.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026. IHSG berada di level 6.185 atau turun 11 poin atau sekitar 0,18 persen dibanding penutupan Jumat, 24 Juli 2026 2026 di level 6.196.
Pelaku pasar masih dibayangi berbagai sentimen global pada awal pekan ini. Perhatian investor tertuju pada konflik Amerika Serikat dan Iran serta sejumlah agenda ekonomi penting dunia.
Tim Analis Phintraco Sekuritas menyebut indeks-indeks utama Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat lalu. Saham-saham produsen chip masih melemah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Harga minyak dunia justru terkoreksi setelah muncul peluang negosiasi baru antara Amerika Serikat dan Iran. Pakistan disebut tengah mempertimbangkan jalur perdamaian yang didorong oleh Tiongkok.
"Perhatian investor global masih tertuju pada perkembangan konflik AS-Iran yang berpotensi memasuki tahap perundingan. Investor juga akan mencermati pertemuan The Fed serta sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam analisanya, Senin, 27 Juli 2026.
Selain perkembangan geopolitik, investor juga mencermati kebijakan tarif baru Amerika Serikat. Pemerintahan Presiden Donald Trump mulai memberlakukan tarif terhadap produk dari lebih dari 80 negara.
Kebijakan tersebut langsung mendapat gugatan dari dua pelaku usaha kecil di Amerika Serikat. Kondisi itu menambah ketidakpastian di tengah perlambatan ekonomi global.
Investor juga menantikan sejumlah agenda ekonomi dari berbagai kawasan. Di antaranya data PDB dan inflasi Zona Euro, keputusan suku bunga Bank of England, serta Bank of Japan.
Dari Asia, perhatian pasar juga tertuju pada pertemuan Politbiro Tiongkok. Forum tersebut akan membahas evaluasi kondisi ekonomi pada pertengahan tahun.
"IHSG masih berpotensi melemah untuk menguji level 6.000 hingga 6.100 apabila sentimen negatif terus berlanjut. Konflik AS-Iran, kenaikan harga minyak, dan tarif tambahan dari Amerika Serikat menjadi faktor yang perlu dicermati," ucap Tim Phintraco.
Di dalam negeri, investor juga menunggu musim laporan keuangan kuartal II 2026 dan berbagai aksi korporasi emiten. Kedua faktor tersebut diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....