Dibuka Menguat, IHSG Melemah 0,39 Persen ke Level 6.315 pada Akhir Perdagangan Sesi I
- 22 Jul 2026 13:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG turun 24 poin atau 0,39 persen pada akhir sesi I perdagangan, Rabu 22 Juli 2026, melemah ke level 6.315,55.
- Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG mencapai level tertinggi 6.394,68 dan level terendah 6.297,86.
- Pasar masih menunggu keputusan suku bunga BI yang akan diumumkan segera siang ini.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 24 poin atau setara 0,39 persen pada akhir perdagangan sesi I, Rabu, 22 Juli 2026. Indeks terpantau melemah ke level 6.315,55.
Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG sempat menyentuh level tertingginya, yakni 6.394,68. Sementara terendahnya di 6.297,86.
Untuk nilai transaksi perdagangan hingga jeda siang mencapai angka Rp 11,23 triliun. Sementara volume perdagangan saham cukup besar, yakni mencapai 28,9 miliar lembar saham.
Saham emiten cenderung dominan merah, yakni mencapai 366. Sementara itu, 238 saham terpantau harganya naik dan 190 saham lainnya tidak mengalami perubahan.
Memasuki perdagangan hari ketiga pekan ini, pasar keuangan Indonesia berada di zona positif di tengah momentum penguatan IHSG dan rupiah. Selama sembilan hari sebelumnya. IHSG mampu menunjukkan pergerakan yang cukup meyakinkan.
Indeks hanya terpantau turun sekali, yakni pada 8 Juli, hingga akhirnya kembali mengalami pelemahan pada siang ini. Di sisi lain, pelaku pasar keuangan Tanah Air juga masih akan mencermati sejumlah sentimen penting dari dalam dan luar negeri.
Seperti dari keputusan suku bunga Bank Indonesia, adapun dari data eksternal yakni tingkat pengangguran Inggris dan neraca perdagangan Jepang.
"Secara konsensus, BI diprediksi akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps. Kenaikan tersebut adalah kebijakan agresif BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan meredam inflasi di tengah ketidakpastian konflik di Timur Tengah," kata tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Rabu, 22 Juli 2026.
Di sisi lain, kenaikan suku bunga tersebut tentunya akan berdampak pada aktivitas ekonomi dalam negeri. "Kenaikan bunga kredit menahan belanja konsumen dan ekspansi bisnis, sehingga memicu perlambatan ekonomi," kata tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas.
Sepanjang perdagangan hari ini, sejumlah analis memprediksi indeks menguat terbatas dengan support dan resistance di rentang 6.110 – 6.380. Rekomendasi sementara yakni BREN, dengan BUY di support dan resistance-nya pada 3.590 – 4.250.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....