Rupiah Dibuka Menguat tetapi Masih Rentan Tekanan Global

  • 21 Jul 2026 10:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menurut data Bloomberg, rupiah naik 0,03 persen ke posisi Rp17.937 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa 21 Juli 2026.
  • Namun, risiko geopolitik yang makin tinggi di Timur Tengah membuat potensi tekanan terhadap rupiah juga makin kuat

RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah terpantau menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa 21 Juli 2026. Menurut data Bloomberg, rupiah dibuka naik 0,03 persen ke posisi Rp17.937 per dolar AS.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, rupiah ditutup melemah 0,15 persen ke posisi Rp17.948 per dolar AS. Meski dibuka menguat, nilai tukar rupiah masih rentan melemah kembali sepanjang perdagangan hari ini.

“Nilai tukar rupiah masih berisiko terdepresiasi menuju level Rp17.990 per dolar AS," kata Analis Pasar Uang dari Valbury Sekuritas, Fikri C.Permana. Menurut dia, risiko geopolitik yang semakin tinggi di Timur Tengah membuat potensi tekanan terhadap rupiah juga semakin kuat.

Fikri menambahkan bursa efek AS mengalami tekanan karena sejumlah indikator utama ekonomi negara itu yang merosot. “Sedangkan di pasar domestik terjadi aksi beli oleh investor asing, tetapi nilainya tidak signifikan,” ucapnya.

Analis pasar uang, Jessica Tasijawa, juga mencermati kekhawatiran pasar akan berlanjutnya konflik AS-Iran yang sudah berlangsung sembilan hari. “Pasar mengkhawatirkan keamanan Selat Hormuz, sementara harga minyak semakin melambung,” kata analis dari PT Mirae Asset Sekuritas itu.

Harga minyak mentah Brent sudah menembus USD90 per barel di tengah meningkatnya risiko gangguan pasokan energi. Menurut Jessica, kondisi tersebut berpotensi mempertahankan harga minyak pada level tinggi.

"Imbasnya mendorong ekspektasi inflasi yang bertahan tinggi (higher-for-longer),” ujarnya. Kemudian terhadap negara pengimpor minyak seperti Indonesia juga meningkat, melalui pelebaran defisit fiskal dan transaksi berjalan.

Jessica menambahkan konflik AS –Iran membuat volatilitas pasar keuangan global tetap tinggi. “Saat ini indeks dolar AS terpantau stabil di level 100,96, tertinggi dalam sepekan ini,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....