Analis Waspadai Aksi Ambil Untung, IHSG Diprediksi Rentan Terkoreksi

  • 21 Jul 2026 07:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rentan terkoreksi pada perdagangan Selasa 21 Juli 2026.
  • IHSG berpotensi menguji level resistansi pada 6.250-6.300, tetapi perlu diwaspadai adanya potensi "profit taking" oleh para investor.

RRI.CO.ID, Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa 21 Juli 2026 berpotensi terjadi aksi ambil untung. Sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi rentan koreksi.

Demikian analisis yang disampaikan Tim Analis Phintraco Sekuritas, Selasa, 21 Juli 2026. “IHSG berpotensi menguji level resistansi pada 6.250-6.300, tetapi perlu diwaspadai adanya potensi profit taking," katanya.

Pada penutupan perdagangan Senin 20 Juli 2026, IHSG menguat signifikan sebesar 0,91 persen ke level 6.231,78. Hal ini disertai aksi beli oleh investor asing dengan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp156,57 miliar.

Saham-saham yang paling banyak dibeli asing adalah TPIA, BRPT, BBRI, BNBR, dan DEWA. Tim Analis Phintraco menilai pasar saham sedang bergerak positif di tengah sentimen negatif bursa efek global.

“Sentimen negatif eksternal itu akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah,” katanya. Hal ini ditambah lagi dengan kekhawatiran investor akan valuasi saham berbasis kecerdasan buatan (AI) dan yang terkait.

Pasar saham domestik justru bergerak positif setelah rilis S&P Global Ratings pekan lalu. Lembaga rating internasional itu mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level investment grade (BBB) dengan prospek stabil.

“Rating S&P mulai meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia,” ucap Tim Phintraco. Namun, perlu diwaspadai jika kenaikan harga minyak ternyata berlangsung lama.

Jika kenaikan harga minyak terjadi terus menerus, hal ini dapat memicu potensi kenaikan suku bunga The Fed. Selain itu, mata uang dolar Amerika Serikat (AS) juga akan semakin perkasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....