Modal Asing Mulai Masuk Lagi, Rupiah Dibuka Menguat
- 17 Jul 2026 11:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mengacu data Bloomberg, nilai tukar rupiah naik 0,04 persen atau 8 poin menjadi Rp17.978 per dolar AS
- Membaiknya sentimen pasca penegasan peringkat BBB/Stable oleh S&P akan terus mendukung arus masuk portofolio
- Meski demikian, nilai tukar rupiah masih rentan mengalami pelemahan setelah rilis serangkaian data ekonomi AS dan perkembangan geopolitik
RRI.CO.ID, Jakarta - Mata uang rupiah kembali menguat terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan, Jumat, 17 Juli 2026. Mengacu data Bloomberg, nilai tukar rupiah naik 0,04 persen atau 8 poin menjadi Rp17.978 per dolar AS.
Pada Kamis kemarin, rupiah ditutup menguat 046 persen ke posisi Rp17.986 per dolar AS. Penguatan rupiah seiring dengan aliran masuk modal asing di pasar modal akan terus mendukung arus masuk portofolio,
"Membaiknya sentimen pasca penegasan peringkat BBB/Stable oleh S&P akan terus mendukung arus masuk portofolio. Ditopang oleh kenaikan kepemilikan asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) menjadi 13,0 persen dari total outstanding," kata Analis Pasar Uang dari Mirae Asset Sekuritas, Jessica Tasijawa, Jumat, 17 Juli 2026.
Kepemilikan asing terhadap SBN tersebut, kata Jessica, merupakan yang tertinggi sejak Maret 2026. Sehingga hal itu mendukung arus masuk modal asing melalui portofolio.
Namun Jessica mengingatkan akan tingginya risiko geopolitik dan lingkungan suku bunga global yang bertahan tinggi. "Kedua faktor tersebut kemungkinan akan membuat BI tetap mempertahankan kebijakan moneter yang ketat," ucap Jessica.
Meski demikian, nilai tukar rupiah masih rentan mengalami pelemahan setelah rilis serangkaian data ekonomi AS. Analis Pasar Uang dari Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana mencermati data pengangguran dan data penjualan ritel di AS.
Klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 11 Juli tercatat sebesar 208 ribu. Jumlahnya lebih rendah dari perkiraan 218 ribu.
Sedangkan penjualan ritel AS sesuai ekspektasi, tumbuh 0,2 persen secara bulanan di bulan Juni 2026. Pertumbuhannya melambat dari 1 persen di Mei 2026.
"Sehingga rupiah kemungkinan masih berisiko mengalami depresiasi. Meski pelemahannya tipis di kisaran Rp18.010 per dolar AS," ucap Fikri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....