Mei 2026, Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh 2,1 Persen

  • 15 Jul 2026 17:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Data yang dirilis Bank Indonesia (BI) menyebutkan ULN tercatat sebesar USD 444,4 miliar. Jumlah itu setara dengan Rp8.026,30 triliun (kurs rupiah hari ini Rp18.061 per dolar AS)
  • Meski ULN meningkat, BI menyatakan struktur ULN Indonesia tetap sehat
  • Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat sebesar 29,9 persen

RRI.CO.ID, Jakarta - Bank Indonesia (BI) merilis Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat sebesar USD 444,4 miliar. Jumlah tersebut mengalami peningkatan hingga bulan Mei 2026.

Jumlah itu setara dengan Rp8.026,30 triliun (kurs rupiah hari ini Rp18.061 per dolar AS). ULN Indonesia hingga Mei 2026 tumbuh lebih tinggi sebesar 2,1 dari 2 persen di bulan April.

Laporan BI menyebutkan, pertumbuhan ULN disebabkan perkembangan ULN Publik, baik pemerintah maupun bank sentral. Sedangkan ULN swasta mengalami kontraksi yang lebih rendah.

Meski ULN meningkat, BI menyatakan struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal tersebut tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat sebesar 29,9 persen.

ULN Indonesia juga didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 83,9 persen dari total ULN. BI menegaskan, kordinasi dengan pemerintah terus dilakukan dalam memantau perkembangan ULN.

Dalam laporannya, BI menyatakan ULN akan dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

Secara rinci, ULN publik berdasarkan data BI tumbuh melambat. Posisi ULN pemerintah pada Mei 2026 sebesar USD217,3 miliar atau secara tahunan tumbuh sebesar 3,7 persen. Perkembangan ULN pemerintah tersebut utamanya dipengaruhi oleh aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional.

Aliran masuk modal asing melalui SBN, menurut BI, mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang terjaga. Meski ada beban pembayaran pinjaman luar negeri yang jatuh tempo, pemerintah berkomitmen membayar pokok dan bunga utang tepat waktu.

Sementara itu, ULN swasta pada Mei 2026 tercatat sebesar USD 195,9 miliar. ULN swasta masih terkontraksi sebesar 0,1 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan kontraksi April sebesar 0,5 persen.

Perkembangan tersebut terutama didorong oleh ULN kelompok peminjam lembaga keuangan yang secara tahunan mencatatkan kontraksi sebesar 0,8 persen. Kontraksinya lebih rendah dibandingkan dengan April 2026 sebesar 5,0 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....