IHSG Lanjutkan Penguatan ke Level 5.930 pada Jeda Perdagangan Sesi I

  • 13 Jul 2026 13:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG naik 0,11 persen atau 6,47 poin ke level 5.930,83 pada jeda siang perdagangan Senin, 13 Juli 2026, melanjutkan tren penguatan sejak pembukaan pasar.
  • Dari 789 saham yang tercatat di BEI, 266 saham menguat, 326 saham melemah, dan 197 saham bergerak stagnan, menunjukkan pergerakan pasar yang cukup beragam.
  • Penguatan IHSG didorong oleh meredanya kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga global dan sentimen domestik yang kuat dari aktivitas penawaran umum perdana saham (IPO).

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada jeda siang perdagangan Senin, 13 Juli 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG naik 0,11 persen atau 6,47 poin ke level 5.930,83.

IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.934,71 dan bergerak pada level terendah 5.898,14 selama sesi pertama perdagangan. Penguatan tersebut melanjutkan tren positif yang telah terlihat sejak pembukaan pasar.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 266 saham menguat, 326 saham melemah, dan 197 saham lainnya bergerak stagnan. Kondisi tersebut menunjukkan pergerakan pasar masih berlangsung cukup beragam meski IHSG tetap bertahan di zona hijau.

Sebelumnya, IHSG dibuka menguat di level 5.934,71. Posisi itu naik 10,35 poin atau 0,17 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat, 10 Juli 2026.

Tim Pilarmas Investindo Sekuritas menilai IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan secara terbatas pada perdagangan hari ini. Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak pada rentang support 5.640 dan resistance 6.000.

Sementara, riset harian FAC Sekuritas menyebut penguatan IHSG didorong meredanya kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga global. Kondisi tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas arus modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain faktor global, sentimen domestik juga dinilai cukup kuat. Tingginya aktivitas penawaran umum perdana saham (IPO) turut menopang pergerakan pasar.

Tim Pilarmas merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati pelaku pasar, yakni ARCI, BMRI, MINA, dan TAPG. Sentimen positif juga datang dari pasar global, seiring stabilnya harga minyak dunia dan meredanya kekhawatiran kebijakan suku bunga The Fed.

Kondisi tersebut turut mendukung penguatan sektor perbankan dan manufaktur di berbagai bursa dunia. Hal ini yang turut memberikan pengaruh positif terhadap pergerakan pasar saham domestik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....