Penutupan Sesi I Perdagangan, IHSG Menguat Tipis ke Level 5.918

  • 10 Jul 2026 12:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG menguat 0,1 persen atau 6,03 poin ke level 5.918,47 pada sesi I perdagangan Jumat 10 Juli 2026, dengan rentang pergerakan 5.905,14 hingga 5.949,99.
  • Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang bergerak sideways dalam kisaran 5.800 hingga 6.000, dengan penguatan tertahan di MA5 dan potensi Death Cross pada Stochastic RSI.
  • Penjualan sepeda motor meningkat 1,1 persen tahunan menjadi 515.136 unit di Juni 2026, namun semester pertama 2026 masih melemah 0,3 persen menjadi 3,13 juta unit atau 46,7-48,9 persen dari target AISI.
  • Penjualan ritel turun 3,9 persen tahunan pada Mei 2026, mencerminkan melemahnya belanja konsumen di tengah inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar non subsidi dan harga makanan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada akhir perdagangan sesi I, Jumat, 10 Juli 2026. Indeks naik ke level 5.918,47, atau 6,03 poin, setara 0,1 persen.

Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG terpantau sempat menyentuh level terendahnya di 5.905,14. Sementara tertingginya mencapai 5.949,99.

Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang bergerak sideways pada kisaran 5.800 hingga 6.000. Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,67 persen ke level 5.912,44, Kamis, 9 Juli 2026.

Secara teknikal, penguatan IHSG masih tertahan di area MA5 dengan indikator Stochastic RSI berpotensi mengalami Death Cross. Meski demikian, histogram MACD masih bertahan pada area positif sehingga pergerakan indeks diperkirakan cenderung terbatas.

“Secara teknikal, penguatan IHSG tertahan di MA5 dengan Stochastic RSI yang berpotensi mengalami Death Cross. Namun histogram MACD masih bertahan di area positif,” ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas di Jakarta, 10 Juli 2026.

Tim Analis mencatat penjualan sepeda motor meningkat 1,1 persen secara tahunan menjadi 515.136 unit selama Juni 2026. Secara bulanan, penjualan naik 7,5 persen dibandingkan Mei 2026 setelah sebelumnya mengalami penurunan sebesar delapan persen.

Namun, penjualan sepeda motor sepanjang semester pertama 2026 masih melemah 0,3 persen secara tahunan menjadi 3,13 juta unit. Capaian tersebut setara sekitar 46,7 hingga 48,9 persen dari target AISI tahun 2026 sebesar 6,4 hingga 6,7 juta unit.

Sementara itu, penjualan ritel turun 3,9 persen secara tahunan pada Mei 2026 setelah sebelumnya melemah 3,7 persen selama April. Penurunan berlangsung dua bulan berturut-turut, mencerminkan melemahnya belanja konsumen, sementara investor menantikan data penjualan mobil Juni 2026.

“Pelemahan ini merupakan penurunan selama dua bulan berturut-turut dan koreksi tahunan terdalam sejak Mei 2023. Hal ini mengindikasikan melemahnya belanja konsumen di tengah meningkatnya inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar non subsidi dan harga makanan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....