IHSG Pada Sesi I Perdagangan Dibuka Menguat Berada di Level 5.936,04
- 10 Jul 2026 10:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG dibuka menguat ke level 5.936,04, sementara Phintraco Sekuritas memproyeksikan pergerakan sideways pada kisaran 5.800-6.000
- Secara teknikal, penguatan IHSG tertahan di MA5 dengan Stochastic RSI berpotensi Death Cross, meski histogram MACD masih berada di area positif
- Penjualan sepeda motor Juni 2026 meningkat, tetapi penjualan ritel kembali melemah selama dua bulan berturut-turut, mencerminkan perlambatan belanja konsumen
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG tercatat berada di level 5.936,04 atau naik 23,6 poin dibandingkan sebelumnya.
Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang bergerak sideways pada kisaran 5.800 hingga 6.000. Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,67 persen ke level 5.912,44, Kamis, 9 Juli 2026.
Secara teknikal, penguatan IHSG masih tertahan di area MA5 dengan indikator Stochastic RSI berpotensi mengalami Death Cross. Meski demikian, histogram MACD masih bertahan pada area positif sehingga pergerakan indeks diperkirakan cenderung terbatas.
“Secara teknikal, penguatan IHSG tertahan di MA5 dengan Stochastic RSI yang berpotensi mengalami Death Cross. Namun histogram MACD masih bertahan di area positif,” ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas di Jakarta, 10 Juli 2026.
Tim Analis mencatat penjualan sepeda motor meningkat 1,1 persen secara tahunan menjadi 515.136 unit selama Juni 2026. Secara bulanan, penjualan naik 7,5 persen dibandingkan Mei 2026 setelah sebelumnya mengalami penurunan sebesar delapan persen.
Namun, penjualan sepeda motor sepanjang semester pertama 2026 masih melemah 0,3 persen secara tahunan menjadi 3,13 juta unit. Capaian tersebut setara sekitar 46,7 hingga 48,9 persen dari target AISI tahun 2026 sebesar 6,4 hingga 6,7 juta unit.
Sementara itu, penjualan ritel turun 3,9 persen secara tahunan pada Mei 2026 setelah sebelumnya melemah 3,7 persen selama April. Penurunan berlangsung dua bulan berturut-turut, mencerminkan melemahnya belanja konsumen, sementara investor menantikan data penjualan mobil Juni 2026.
“Pelemahan ini merupakan penurunan selama dua bulan berturut-turut dan koreksi tahunan terdalam sejak Mei 2023. Hal ini mengindikasikan melemahnya belanja konsumen di tengah meningkatnya inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar non subsidi dan harga makanan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....