IHSG Menguat ke Level 6.010,34 pada Awal Perdagangan Jumat

  • 26 Jun 2026 09:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG dibuka menguat 11,3 poin atau 0,19 persen ke level 6.010,34 pada perdagangan Jumat, 26 Juni 2026
  • Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak sideways di kisaran 5.850 hingga 6.100 sepanjang perdagangan
  • Sentimen positif berasal dari penurunan harga minyak Brent, rencana efisiensi anggaran MBG, kenaikan TBP LPS, dan pengembalian dana SAL secara bertahap yang dinilai tidak mengganggu likuiditas perbankan

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat, 26 Juni 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG berada pada level 6.010,34 atau naik 11.3 poin (0,19 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya.

"IHSG diperkirakan bergerak sideways pada kisaran 5.850 hingga 6.100 pada perdagangan Jumat," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Jumat, 26 Juni 2026. Menurutnya, pergerakan tersebut didukung sejumlah sentimen positif dari dalam maupun luar negeri.

Phintraco menilai berlanjutnya koreksi harga minyak mentah Brent mendekati 70 dolar Amerika Serikat per barel menjadi sentimen positif. Kondisi tersebut dinilai mengurangi tekanan terhadap pelebaran defisit APBN 2026 sekaligus berpotensi meredam laju inflasi.

Investor juga merespons positif kabar pemerintah yang mempertimbangkan tambahan pemangkasan anggaran Program Makan Bergizi Gratis sebesar Rp50 triliun. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat pengelolaan fiskal sekaligus meningkatkan optimisme pelaku pasar terhadap perekonomian nasional.

Di sisi lain, Lembaga Penjamin Simpanan menaikkan Tingkat Bunga Penjaminan simpanan rupiah sebesar 25 basis poin. Kebijakan tersebut berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026 untuk menjaga kredibilitas tingkat bunga penjaminan.

Sementara itu, Kementerian Keuangan memastikan pengembalian dana Saldo Anggaran Lebih dari bank-bank BUMN dilakukan secara bertahap. Langkah tersebut menunjukkan pemerintah mulai memanfaatkan kembali dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan anggaran.

"Jika penarikan tersebut dilakukan secara bertahap diperkirakan tidak akan mengganggu likuiditas perbankan," ucapnya. Menurut Phintraco, langkah tersebut tetap mendukung stabilitas sektor perbankan dan kondisi pasar keuangan nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....