IHSG Berbalik Menguat 2,69 Persen ke Level 6.041 pada Penutupan Sesi I

  • 25 Jun 2026 13:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG menguat 2,69 persen ke level 6.041,93 pada sesi I setelah sempat jatuh di bawah level psikologis 6.000 saat pembukaan.
  • Mayoritas saham bergerak di zona hijau dengan 535 saham naik, didukung nilai transaksi Rp7,9 triliun dan volume 13,7 miliar lembar.
  • Analis menilai tekanan pasar pasca pengumuman MSCI masih tinggi, dengan IHSG berpotensi turun ke 5.740 jika kepercayaan investor tidak segera pulih.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada akhir perdagangan sesi I, Kamis, 25 Juni 2026. Indeks terpantau naik hingga 2,69 persen ke level 6.041,93 setelah berada di bawah level psikologis enam ribu pada saat pembukaan.

Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG terpantau sempat menyentuh level terendahnya di 5.864. Sementara tertingginya mencapai 6.056,20.

Untuk nilai transaksi perdagangan hingga jeda siang ini sedikit meningkat dibanding hari sebelumnya yakni mencapai angka Rp 7,9 triliun. Sementara volume perdagangan saham mencapai 13,7 miliar lembar pada bursa hari ini.

Saham emiten juga terpantau dominan hijau yakni mencapai 535. Sementara itu 139 saham terpantau harganya turun dan 134 saham lainnya tidak mengalami perubahan.

Menurut analisis tim Pilarmas Investindo Sekuritas, di tengah situasi pengumuman MSCI kemarin mengenai status Indonesia, IHSG dan pasar obligasi merasakan tekanan yang paling besar. IHSG kemarin turun hingga 3.56 persen di level 5.883, dan pasar obligasi di mana hampir semua imbal hasil SUN mengalami kenaikkan kembali, bahkan di atas 7.20 persen.

"Level IHSG sendiri secara jangka pendek berpotensi untuk menyentuh 5.740. Apabila belum ada upaya dari pemangku untuk memperbaiki kepercayaan pelaku pasar dan investor," ujar tim Pilarmas Investindo Sekuritas.

Mengingat, level IHSG sudah melewati batas psikologisnya dibawah 6.000. "Apabila tidak ada sentimenaka potensi penurunan semakin terbuka lebar, begitupun imbal hasil obligasi 10y yang berpotensi kembali bermain di level 7.20 - 7.35 persen," kata tim Pilarmas Investindo Sekuritas.

Secara keseluruhan, analis memperkirakan indeks melemah terbatas hingga perdagangan sesi kedua nanti, di mana level support dan resistance berada di rentang 5.735 – 6.080.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....