IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873 pada Perdagangan Hari Ini
- 25 Jun 2026 09:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG dibuka melemah ke posisi 5.873,07 dan diperkirakan masih melanjutkan tren penurunan pada perdagangan Kamis, 25 Juni 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tutun pada pembukaan perdagangan Kamis, 25 Juni 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG berada pada level 5.873,07 atau turun 10,81 poin (0,18 persen) dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.
Analis memperkirakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih akan lesu. Pada penutupan perdagangan Rabu 24 Juni 2026, IHSG anjlok 3,56 persen ke level 5.883.
"Hari ini IHSG berpotensi melanjutkan penurunan, dengan level support di rentang 5.845-5.750. Sedangkan level resistansi di 6.010-6.070," kata Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Muhammad Lutfi Permana, Kamis, 25 Juni 2026.
Aliran keluar modal asing dari pasar saham juga masih terjadi. Tercatat net sell atau jual bersih investor asing mencapai Rp1,17 triliun.
Saham yang paling banyak dijual investor asing adalah BBRI, TPIA, AMMN, BMRI, dan BUMI. Aksi jual tersebut masih menjadi perhatian pelaku pasar.
Setelah pengumuman MSCI, IHSG masih berada di level 6.000. Namun, indeks berbalik arah dan ditutup di zona merah pada akhir perdagangan.
Di sisi lain, laporan IMD World Competitiveness Ranking 2026 menurunkan peringkat daya saing Indonesia. Yaitu dari peringkat 40 menjadi 48 dari 70 negara.
Pemerintah menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penurunan peringkat tersebut. Sentimen ini turut menjadi perhatian investor di pasar keuangan.
Pelemahan IHSG terjadi ketika mayoritas bursa saham Asia justru bergerak naik. Penguatan ini dipimpin bursa saham Korea Selatan yang melesat 3,26 persen.
"Bursa Asia rebound dari aksi jual global yang dipimpin sektor teknologi," kata Lutfi. Namun, kekhawatiran muncul kembali bahwa rally ekuitas yang didorong AI mungkin sudah berjalan terlalu jauh dan terlalu cepat.
Sementara itu, ringkasan rapat kebijakan Bank of Japan menunjukkan sejumlah anggota dewan mengusulkan kenaikan suku bunga lanjutan. Bank sentral Jepang sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan menjadi 1 persen pada Juni 2026.
Level tersebut menjadi yang tertinggi dalam 31 tahun terakhir. Kebijakan tersebut juga menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pelaku pasar global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....