IHSG Diprakirakan Konsolidasi, Pasar Hati-Hati terhadap Penilaian MSCI

  • 19 Jun 2026 08:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan konsolidasi dalam perdagangan hari ini pada kisaran level 6.100-6.250
  • Investor cenderung hati-hati menjelang pengumuman 'rebalancing' indeks FTSE dan MSCI
  • BI naikkan suku bunga laBI telah menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin sejak Mei 2026, sehingga menempatkan BI Rate pada level tertinggi sejak April 2025

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan konsolidasi dalam perdagangan hari ini. Pada Kamis kemarin, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 0,78 persen di ke level 6.172.

"Investor cenderung hati-hati terhadap pengumuman 'rebalancing' indeks FTSE dan MSCI. Sehingga IHSG diprakirakan cenderung berkonsolidasi pada kisaran level 6.100-6.250," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Jumat, 19 Juni 2026.

Tim Phintraco juga mencermati kebijakan Bank Indonesia yang kembali menaikkan suku bunga dalam Rapat Dewan Gubernur BI bulan Juni. BI Rate naik sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen.

"Secara total BI telah menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin sejak Mei 2026. Kenaikan tersebut menempatkan BI Rate pada level tertinggi sejak April 2025," ucap Tim Phintraco.

Dalam keterang pers Kamis kemarin, BI masih menargetkan kisaran inflasi tahun ini pada level 1,5-3,5 persen. Serta pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4,9 persen-5,7 persen secara tahunan.

Sementara itu tingkat pertumbuhan kredit meningkat 11,51 persen pada Mei 2026. Pertumbuhannya meningkat signifikan dari 9,98 persen secara tahunan pada April 2026.

"Ini merupakan pertumbuhan kredit tahunan tercepat sejak Juli 2024," ucap Tim Phintraco. Pertumbuhan kredit terutama didukung kredit investasi (21,95 persen), kredit modal kerja (8,09 persen) dan kredit konsumer (5,89 persen).

Bank Indonesia masih memperkirakan pertumbuhan kredit akan tetap pada kisaran 8-12 persen di tahun 2026. Sementara itu terkait MSCI, Tim Phintraco menjelaskan apa saja yang menjadi penilaian rebalancing indeks penyedia indeks global itu.

"MSCI Market Accessibility Review memberikan penilaian terperinci tentang aksesibilitas pasar . Penilaian dilakukan pada setiap pasar ekuitas yang termasuk dalam Indeks MSCI," ujarnya.

Ada lima kriteria aksesibilitas pasar yang dinilai, yaitu keterbukaan terhadap kepemilikan asing, kemudahan arus masuk dan keluar modal. Serta efisiensi kerangka kerja operasional, ketersediaan instrumen investasi, stabilitas kerangka kerja kelembagaan.

MSCI, lanjut Tim Phintraco, menggunakan 18 pendekatan berbeda untuk menilai lima kriteria tersebut. Dari 18 pendekatan tersebut, yang masih memerlukan perbaikan untuk Indonesia adalah level liberalisasi pasar valuta asing dan arus informasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....