IHSG Menguat 2,34 Persen pada Sesi I, Sentuh Level 5.881,23
- 10 Jun 2026 12:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG menguat 2,34 persen atau 134,58 poin ke level 5.881,23 pada penutupan sesi pertama perdagangan
- BNI Sekuritas menilai penguatan didorong sentimen global, termasuk kenaikan bursa Asia yang dipimpin Kospi Korea Selatan
- Phintraco Sekuritas menyebut kenaikan suku bunga BI dan penguatan rupiah turut memberi sentimen positif bagi pasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat saat jeda siang perdagangan Rabu, 10 Juni 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG naik 2,34 persen atau 134,58 poin ke level 5.881,23, setelah dibuka pada angka 5.744,05.
Indeks sempat menyentuh level tertinggi di angka 5.939,35. Sedangkan, untuk angka terendah berada di level 5.677,97.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menilai penguatan IHSG ditopang sentimen positif dari pasar global dan domestik. Menurutnya, meredanya ketegangan di Timur Tengah dan penguatan bursa saham Asia turut mendorong optimisme investor.
“Ini mendorong penguatan bursa saham di kawasan tersebut, dipimpin Kospi dari Korea Selatan yang melonjak hingga 8,2 persen,” kata Fanny Rabu, 10 Juni 2026.
Fanny juga menilai IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan apabila mampu bertahan di area support. Menurutnya, level 5.600 menjadi batas penting yang perlu dijaga indeks.
“IHSG berpotensi tes support di 5.600. Jika kuat bertahan di level tersebut, IHSG dapat melanjutkan kenaikan dengan target di 5.800-6.000,” ujarnya.
Sementara itu, Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai sentimen positif juga berasal dari dalam negeri. Salah satunya keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen.
“Kenaikan suku bunga di luar jadwal memberi sentimen positif ke pasar,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas. Ini karena nilai tukar rupiah berbalik menguat ke level Rp18.065 per dolar AS.
Menurut Phintraco Sekuritas, penguatan rupiah dan pembahasan sejumlah langkah stabilisasi pasar turut menjadi perhatian investor. Salah satu opsi yang dibahas yakni rencana buyback saham bank-bank BUMN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....