IHSG Dibuka di Zona Hijau Level 5.344, Analis Masih Waspadai Tekanan Pasar

  • 09 Jun 2026 09:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG naik 2,68 poin atau 0,05 persen ke level 5.344,68 pada pembukaan perdagangan Selasa 9 Juni 2026 pagi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan Selasa, 9 Juni 2026. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di zona hijau pada level 5.344,68.

Ini berarti naik 2,68 poin atau sekitar 0,05 persen dibandingkan 5.342 pada penutupan perdagangan Senin, 8 Juni 2026. Kenaikan tipis ini terjadi setelah IHSG sebelumnya ditutup turun di tengah tekanan pasar yang masih cukup besar.

Penurunan pada perdagangan sebelumnya juga disertai aliran keluar modal asing atau net sell sebesar Rp587 miliar. Pada saat bersamaan, nilai tukar rupiah terus tertekan hingga menyentuh level Rp18.188 per dolar AS.

Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai potensi pelemahan IHSG masih terbuka secara teknikal. Menurut mereka, indeks berpeluang menguji level support berikutnya di kisaran 5.100.

“Sehingga potensi penurunan IHSG lebih lanjut masih berpeluang terbuka secara teknikal," ujarnya. Selanjutnya, kata Tim Phintraco, IHSG berpotensi menguji level support pada level 5.100.

Pasar juga dinilai merespons negatif cadangan devisa Indonesia yang dirilis Bank Indonesia (BI). Dilaporkan cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 turun menjadi USD144,9 miliar dari sebelumnya USD146,2 miliar pada April 2026.

Menurut Tim Phintraco, angka tersebut merupakan level terendah sejak Juni 2024. Penurunan cadangan devisa terutama dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah dan langkah BI menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Ini merupakan level terendah sejak Juni 2024," ujarnya. "Penurunan ini terutama disebabkan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan upaya BI untuk menstabilkan rupiah."

Meski begitu, cadangan devisa Indonesia masih berada di atas standar kecukupan internasional setara pembiayaan tiga bulan impor. “Namun, penurunan cadangan devisa yang terus menerus dapat menjatuhkan kepercayaan investor dan lembaga rating,” ucap Tim Phintraco.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik. Ini dapat dilakukan melalui peningkatan ekspor, pengurangan impor, serta mendorong masuknya investasi asing ke Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....