IHSG Turun ke Level 5.919, Analis Sebut Didorong Faktor Jenuh Jual

  • 04 Jun 2026 11:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG dibuka melemah 1,65 persen di level 5.919,56 pada perdagangan hari Kamis, 3 Juni 2026.
  • Secara teknikal IHSG dinilai berada dalam kondisi jenuh jual atau extremly oversold.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah perdagangan Kamis, 4 Juni 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG turun 1,65 persen ke level 5.919,56.

Hingga pukul 10.18 WIB, IHSG terpantau terus bergerak menurun. Mencapai rentang 5.600 atau turun 4,47 persen.

Hal ini dikarenakan masih adanya bayangan sentimen negatif akibat koreksi tajam indeks pada perdagangan sebelumnya pada 3 Juni. IHSG tercatat melemah ke level 5.941 setelah tertekan aksi jual investor asing yang cukup masif.

Analisis Mirae Asset menyoroti tekanan pada saham berkapitalisasi besar. "Pelemahan sangat terkonsentrasi pada saham big caps fundamental dengan kepemilikan asing besar," kata tim Mirae Asset.

Saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, dan TLKM mengalami pelemahan signifikan pada perdagangan kemarin. Penurunan harga saham-saham tersebut turut menyeret indeks utama ke zona merah yang cukup dalam.

Tekanan juga datang dari Rupiah sudah tembus 18.000 per dolar AS. Kondisi ini mencemaskan investor terkait potensi pelebaran defisit neraca perdagangan Indonesia ke depannya.

Dari sisi teknikal, IHSG dinilai berada dalam kondisi jenuh jual atau extremely oversold. "IHSG sejatinya sudah dalam kondisi extremely oversold berdasarkan indikator RSI," kata tim Mirae Asset.

Jenuh jual terjadi ketika volume penjualan jauh lebih tinggi. Dibanding pembelian secara terus-menerus dalam waktu singkat.

Jika IHSG ditutup di bawah level 5.900, maka akan berpotensi menguji level support berikutnya. Yakni di rentang 5.750-5.840.

Meski tren turun masih membayangi, beberapa indikator menunjukkan potensi volume transaksi yang mulai menguat. Investor disarankan tetap waspada dalam mencermati pergerakan pasar saham domestik saat ini.

Transaksi disarankan fokus pada saham pilihan dengan fundamental solid dan valuasi murah. Pelaku pasar juga diminta disiplin dalam menerapkan manajemen risiko selama kondisi pasar bergejolak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....