IHSG Melemah 0,91 Persen di Jeda Siang ke Level 6.149,68

  • 26 Mei 2026 12:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG turun 56,668 poin atau 0,91 persen ke level 6.149,680 pada jeda perdagangan Selasa siang.
  • Fanny Suherman memproyeksikan IHSG masih berpotensi terkoreksi dengan support di area 6.060–6.170.
  • Sentimen pasar dipengaruhi aksi net sell asing, peluang perdamaian AS–Iran, hingga kenaikan harga minyak dunia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada jeda perdagangan Selasa, 26 Mei 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG turun 0,91 persen atau 56,668 poin ke level 6.149,68.

Pergerakan indeks sempat menguat pada awal perdagangan sebelum akhirnya berbalik ke zona merah. IHSG dibuka di level 6.201,80 dan sempat menyentuh level tertinggi di 6.286,87.

Namun tekanan jual membuat indeks terus melemah hingga menyentuh level terendah di 6.132,34. Pergerakan tersebut mencerminkan masih tingginya volatilitas pasar saham domestik.

Aktivitas perdagangan tercatat mencapai 15,322 miliar saham. Nilai transaksi harian sebesar Rp9,128 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.215.837 kali.

Sebanyak 253 saham menguat, 396 saham melemah, dan 169 saham stagnan. Kondisi tersebut menunjukkan mayoritas saham berada di zona merah pada sesi pertama perdagangan.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan IHSG masih berpotensi mengalami koreksi lanjutan. Menurutnya, level support IHSG berada pada rentang 6.060 hingga 6.170.

Sementara untuk level resistansi, IHSG diperkirakan bergerak pada rentang 6.250 hingga 6.270. “IHSG berpotensi terkoreksi, di level support IHSG akan bergerak pada rentang 6.060-6.170,” katanya.

Fanny menjelaskan, meski IHSG ditutup menguat pada Senin, 25 Mei 2026, kondisi tersebut tetap dibarengi aksi net sell asing sebesar Rp2,09 triliun. Saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain AMMN, BMRI, AMRT, ANTM, dan TPIA.

Pada saat yang sama, bursa saham Amerika Serikat tutup karena libur nasional Memorial Day. Sementara itu, pasar saham di kawasan Asia justru ditutup menguat.

Menurut Fanny, sentimen pasar masih akan dipengaruhi peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. “Reuters melaporkan, tim dari Qatar telah terbang ke Teheran dengan koordinasi AS guna membantu tercapainya kesepakatan,” ujarnya.

Di sisi lain, harga minyak dunia masih bergerak naik. Harga minyak Brent tercatat naik 0,9 persen menjadi 103,54 dolar AS per barel, sedangkan minyak WTI menguat sekitar 0,3 persen menjadi 96,60 dolar AS per barel.

Bursa Asia juga mencatat penguatan pada perdagangan Senin, 25 Mei 2026. Indeks Nikkei 225 Jepang bahkan melesat hingga 2,87 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....