IHSG Diprediksi Bergerak Variatif setelah 'Rebound' di Akhir Pekan
- 25 Mei 2026 08:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak bervariasi dalam perdagangan awal pekan ini
- Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 6.000-6.250 pada pekan ini
- Dari domestik, pelaku pasar mengantisipasi pengumuman 'rebalancing' MSCI pada akhir bulan ini di tengah pekan perdagangan yang pendek
RRI.CO.ID, Makassar - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak bervariasi dalam perdagangan awal pekan ini. Pada Jumat, akhir pekan kemarin, IHSG ditutup menguat 1,10 persen ke level 6.162.
Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 6.000-6.250 pada pekan ini. "Dari domestik, pelaku pasar mengantisipasi pengumuman 'rebalancing' MSCI pada akhir bulan ini di tengah pekan perdagangan yang pendek," kata Tim Analis Phintraco, Senin, 25 Mei 2026.
Selain itu, investor diperkirakan akan lebih berhati-hati di tengah ketidakjelasan implementasi berbagai kebijakan baru Pemerintah. "Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed pada kisaran 6000-6250 di pekan ini," ucap Tim Phintraco.
| Baca juga: BI Cermati Tren Penurunan Kredit untuk UMKM |
Sementara itu dari eksternal, ada faktor positif berupa indikasi kemajuan dalam upaya perdamaian untuk akhiri konflik Timur Tengah. Faktor positif ini mendorong penguatan bursa saham Amerika Serikat pada akhir pekan kemarin.
"Penguatan juga didukung laporan keuangan triwulanan dari produsen chip Nvidia dan peritel besar seperti Walmart," ujar Tim Phintraco. Pada awal pekan sebelumnya, indeks saham di Wall Street sempat tertekan karena kenaikan yield obligasi AS.
Kenaikan imbal hasil obligasi AS didorong kekhawatiran kenaikan inflasi dan suku bunga. Namun terjadi koreksi harga minyak karena laporan adanya negosiasi AS dan Iran, meredakan kekhawatiran akan inflasi.
Meski demikian, berita soal negosiasi masih simpang siur. Presiden Trump menyatakan bahwa kesepakatan sedang disusun untuk membuka kembali selat Hormuz.
Namun kantor berita Iran membantah klaim tersebut. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa puluhan kapal telah melintasi Selat Hormuz di bawah pengawasan Iran.
"Perkembangan seputar kesepakatan AS-Iran dan dampaknya terhadap harga minyak, masih akan berpengaruh terhadap pasar global. Data ekonomi AS yang akan dicermati pekan ini, diantaranya indeks harga belanja konsumsi pribadi (PCE Price Index)," kata Tim Phintraco.
Data ekonomi lainnya yang akan dicermati pelaku pasar adalah data pemesanan barang-barang tahan lama. Sert estimasi kedua Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat di triwulan I 2026.
Hari ini, Bursa AS ibur Memorial Day yang diperingati setiap tanggal 25 Mei. Selain itu the Fed sejak Jumat kemarin sudah dipimpin ketua barunya, Kevin Warah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....