Lanjutkan Pelemahan, IHSG Sesi I Berada di Level 6.065

  • 22 Mei 2026 09:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG melanjutkan pelemahan pada sesi I perdagangan 22 Mei 2026 ke level 6.065,63.
  • Herditya Wicaksana menilai IHSG masih berada dalam fase downtrend dan sempat menembus level 6.000.
  • Sentimen eksternal berasal dari ketidakpastian geopolitik Timur Tengah dan sikap hawkish The Fed.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026. Pada sesi pertama, IHSG berada pada level 6.065,63 atau melemah 29,31 poin (0,48 persen) dari perdagangan sehari sebelumnya.

Ini terjadi setelah IHSG ditutup melemah tajam pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026. Saat itu, indeks turun 3,54 persen atau 223,559 poin ke level 6.094,94.

Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan pergerakan IHSG masih berada dalam fase downtrend. IHSG juga sempat menembus level psikologis 6.000 pada perdagangan terbaru.

Menurut Herditya, tekanan terhadap pasar saham domestik masih cukup besar. Kondisi tersebut dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal global dan faktor domestik.

“Pergerakan IHSG masih berada di fase downtrendnya. Dan sempat break area 6000.” kata Herditya kepada RRI, Jumat, 22 Mei 2026.

Herditya mengatakan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai menunjukkan tanda mereda. Kondisi tersebut turut diikuti penurunan harga minyak mentah di pasar global.

Meski demikian, investor masih mencermati risiko konflik berkepanjangan di kawasan tersebut. Pelaku pasar juga menilai hingga kini belum terlihat solusi yang jelas untuk meredakan konflik.

“Kalau kita lihat ketegangan geopolitik Timur Tengah memang mulai mereda dan harga komoditas minyak mentah mulai turun. Namun investor masih khawatir dengan konflik yang berkepanjangan,” ujar Herditya.

The Fed dinilai masih akan mempertahankan kebijakan hawkish dalam waktu ke depan. Sikap tersebut diambil karena tingkat inflasi dinilai belum mencapai target yang diharapkan.

Dari domestik, IHSG juga masih mendapat tekanan dari sentimen rebalancing indeks global. Pelaku pasar mencermati agenda penyesuaian indeks MSCI yang akan berlangsung pada akhir Mei.

“Dari domestik sendiri, IHSG masih tertekan akan MSCI yang mendekati masa2 rebalancing di akhir Mei nanti. Kemudian investor masih bereaksi atas adanya rencana pembentukan badan untuk ekspor komoditas yang juga telah diperingatkan oleh S&P serta Moodys kemarin,” ucap Herditya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....